
IFG Goes to Campus BINUS, Hatta Kresna Aditya: Menemukan Makna Investasi Diri di Era Modern
Selasa (21/10) – IFG Goes to Campus 2025 adalah bootcamp interaktif satu hari penuh yang dirancang dengan pendekatan Game-Based Learning. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami dasar-dasar literasi keuangan, mengenal konsep keuangan berkelanjutan (Sustainable Finance), serta melihat bagaimana aspek keberlanjutan dapat menjadi bagian penting dalam keputusan bisnis dan kehidupan sehari-hari.
Diadakan di Binus Inkubator, Kampus Binus Alam Sutera, acara ini dibuka dengan sesi talkshow bersama sosok inspiratif, yaitu Hatta Kresna Aditya, pendiri sekaligus CEO Rahsa Nusantara. Dalam sesi ini, mas Kresna berbagi perjalanan dan pemikirannya tentang bagaimana generasi muda dapat tumbuh di tengah derasnya arus teknologi dan informasi.
Talkshow Pembuka dari Hatta Kresna
Sebagai lulusan Teknik Elektro ITB, Hatta memilih jalur yang tak biasa. Ia mendirikan Rahsa Nusantara, sebuah brand yang mengangkat jamu tradisional Indonesia menjadi produk yang lebih dikenal masyarakat luas. Melalui Rahsa Nusantara, ia tidak hanya memodernisasi citra jamu, tetapi juga berupaya mendukung masyarakat adat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Perjalanan Hatta mengantarkannya hingga ke Amerika Serikat melalui Obama Foundation Fellowship 2025, sebuah kesempatan belajar langsung dari Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama. Hal ini sekaligus menjadi sebuah kesempatan yang memperluas pandangannya tentang peran pemuda dan inovasi sosial. Namun, di balik berbagai pencapaian itu, Kresna mengingatkan bahwa banyaknya peluang di era digital juga bisa menjadi jebakan.
“Kita hidup di zaman yang serba instan. Banyak peluang, tapi juga banyak jebakan. Kalau tidak sadar, gaji besar pun belum tentu membuat kita sejahtera,” kata mas Kresna.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Belajar Literasi Keuangan dengan Game “Susun Danaku” di IFG Goes to Campus

Soroti Teknologi AI di Masa Sekarang
Ia juga menyoroti bagaimana dunia yang kini dikelilingi oleh AI dan teknologi canggih membuat informasi semakin “blended”. Kemajuan ini bisa menjadi berkat atau bumerang, tergantung pada bagaimana kita memanfaatkannya. “Saya senang karena sekarang banyak inovasi teknologi, termasuk di bidang finansial. Tapi kalau tidak hati-hati, kita bisa justru terjerumus,” tambahnya.
Di akhir sesi, mas Kresna menegaskan satu pesan penting bagi para mahasiswa: investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri. Bukan hanya dalam bentuk uang, tapi juga waktu, pengetahuan, dan pengalaman. “Selagi masih muda, manfaatkan waktu untuk belajar, mencoba, dan mengenal diri sendiri. Karena di situlah fondasi kesejahteraan yang sebenarnya,” tutupnya.