
Asah Pemahaman Core Value AKHLAK di ODP Mandiri Dalam Sesi Facilitated Game-Based Learning Kummara
Kerjasama antara Kummara dan Mandiri Corporate University kembali terjalin dalam sesi Facilitated Game-based Learning (FGBL) melalui game “Laksamana”, pada hari Selasa (4/7/2023) lalu. Sesi game-based learning ini merupakan bagian integral dari Onboarding Development Program (ODP), jalur masuk Bank Mandiri yang menggabungkan beragam pelatihan intensif, dengan pilihan spesifik sesuai minat dan bakat individu.
Baca Juga: 3 Manfaat Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja dan Cara Mengasahnya
Diikuti oleh kurang lebih 67 peserta ODP Mandiri dari Batch 253-254, Kummara memimpin sesi dengan permainan berjudul “Laksamana” yang mengajak para peserta untuk mendalami nilai-nilai AKHLAK sebagai pedoman perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam sesi Laksamana, peserta berperan sebagai kru kapal dengan tugas yang berbeda, yaitu laksamana, analis, dan komunikator. Peserta terbagi menjadi dua kelompok kapal, yakni kelompok kapal biru dan merah, dengan tantangan untuk mengumpulkan modul sekaligus menghindari gelombang dan ancaman nuklir yang tersebar di lautan.




Dengan durasi sekitar 60 menit, permainan “Laksamana” dikembangkan secara khusus untuk memperdalam pemahaman peserta tentang core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Melalui program ini, diharapkan peserta dapat menerapkan nilai-nilai ini dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam perannya sebagai calon pemimpin di lingkungan Bank Mandiri.
Usai sesi permainan, peserta dipandu untuk merenungkan segala hal yang mereka alami selama permainan. Salah satu peserta berpendapat, “Setelah mencoba game ini, saya merasa bersemangat dan sangat merasakan implementasi nilai-nilai kerja sama, koordinasi, dan pengambilan keputusan (decision making)” Ia melanjutkan, “Saya juga merasakan penerapan nilai-nilai inti AKHLAK, terutama nilai kolaboratif dalam permainan ini. Karena dalam permainan ini kami harus berpikir untuk mencapai kebaikan bersama, dengan segala risiko yang harus kita hadapi bersama.” demikian salah satu testimoni peserta setelah mengikuti sesi FGBL ini.
Implementasikan Game-Based Learning dan Gamification Bersama Kummara.
Kummara membantu banyak organisasi untuk mengimplementasikan konsep game-based learning dan gamifikasi sederhana untuk membuat program belajar menjadi lebih interaktif, efektif dan efisien.

Game-Based Learning Core Value AKHLAK Dikenalkan dalam Onboarding Program Bank Mandiri
Game-Based Learning Core Value AKHLAK Dikenalkan dalam Onboarding Program Bank Mandiri
Kummara kembali berkolaborasi dengan Mandiri Corporate University dalam sesi Facilitated Game-Based Learning (FGBL) Laksamana, pada Selasa (6/6) kemarin. Sesi ini diadakan sebagai bagian dari Officer Development Program (ODP), yang merupakan salah satu jalur masuk Bank Mandiri yang dirancang melalui berbagai pelatihan intensif, dengan spesifikasi yang bisa dipilih sesuai minat dan bakat.
Baca Juga: 3 Manfaat Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja dan Cara Mengasahnya
Diikuti oleh 67 orang peserta ODP Mandiri dari Batch 251 dan 252, Kummara hadir dengan game berjudul “Laksamana” yang mengajak para peserta belajar lebih dalam tentang core value AKHLAK. Dalam game ini pemain adalah kru kapal yang masing-masing mendapat tugas berbeda, yaitu laksamana, analis dan komunikator. Terbagi menjadi kapal biru dan merah, pemain ditantang untuk mengumpulkan modul sekaligus menghindari ombak dan nuklir yang tersebar di lautan.




Berdurasi kurang lebih 60 menit, Laksamana dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Melalui program ini, diharapkan peserta mampu mengimplemetasi nilai-nilai tersebut ke dalam keseharian, terutama dalam kehidupan kerja sebagai calon pemimpin di Bank Mandiri.
Setelah sesi bermain, peserta dipandu untuk merefleksikan berbagai hal yang sudah dilakukan selama permainan. “Yang saya rasakan setelah bermain game Laksamana adalah seru dalam melatih kolaborasi, koordinasi, dan decision making.” ujar salah satu peserta sesi. “Selain itu implementasi core value AKHLAK yang bisa kami rasakan dalam game ini adalah kolaboratif. dimana game ini membutuhkan pemikiran bersama-sama agar keputusan yang diambil untuk kebaikan bersama dengan risiko yang ditunggang bersama.”
Implementasikan Game-Based Learning dan Gamification Bersama Kummara.
Kummara membantu banyak organisasi untuk mengimplementasikan konsep game-based learning dan gamifikasi sederhana untuk membuat program belajar menjadi lebih interaktif, efektif dan efisien.

Tantangan Game-Based Learning Untuk L&D Program dan Cara Mengatasinya
Game-based learning belakangan ini menjadi metode populer yang diterapkan dalam pelatihan internal perusahaan (Learning & Development Program). Alasannya adalah mampu membuat sesi menjadi lebih engaging dan menyenangkan. Namun, memasukkan game-based learning ke dalam program perusahaan juga punya cukup banyak tantangan. Seperti apa? Bagaimana cara mengatasinya?
Baca Juga: All About Gamification: With and Without Application
Penolakan Terhadap Perubahan (Resistance to Change)
Dalam memperkenalkan game-based learning, beberapa peserta mungkin akan merasa skeptis bahkan merasa tidak nyaman dengan adanya jenis pelatihan baru. Hal ini wajar, karena kita memang cenderung akan bertahan dengan hal yang sudah terbiasa kita lakukan.
How to Overcome: Sebaiknya perusahaan menjelaskan dengan baik apa saja manfaat game-based learning. Selanjutnya bisa dengan memberi dukungan yang cukup untuk membantu peserta beradaptasi.
Tolok Ukur Efektifitas
Game memang bisa terasa sangat fun dan engaging, namun di saat yang sama bisa terasa sulit untuk memeriksa apakah dengan game tersebut bisa meningkatkan kemampuan pesertanya.
How to Overcome: Perusahaan harus menetapkan objektif yang jelas, dan mengembangkan assessment tools yang tepat, fungsinya untuk mengukur performa peserta sebelum dan setelah pelatihan.

Ongoing Maintenance
Tidak seperti metode pelatihan konvensional, game membutuhkan update berkala dan maintenance untuk menjaga agar tetap efektif dan engaging.
How to Overcome: Perusahaan sebaiknya bekerjasama dengan developer yang mempunyai pengalaman merancang game untuk pembelajaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk memastikan game selalu ter-update dan ter-improved.
Integrasi Game-Based Learning dengan Pelatihan yang Sudah Ada
Tantangan lainnya adalah mengintegrasikan game-based learning ke dalam program pelatihan (Learning & Development) yang sudah ada di sebuah perusahaan.
How to Overcome: Perusahaan sebaiknya bekerjasama dengan tim untuk mengidentifikasi area dimana game-based learning bisa bekerja dengan efektif. Kembangkan juga rencana yang jelas untuk menggabungkan game ke dalam seluruh program pelatihan yang ada.
Menyesuaikan Kebutuhan Teknologi
Pelatihan menggunakan game mungkin akan memerlukan software/hardware yang spesifik, dan peserta harus dilatih untuk tahu bagaimana cara menggunakannya secara efektif.
How to Overcome: Perusahaan sebaiknya memeriksa infrastruktur teknologi yang ada dan memastikan peserta memiliki tools yang dibutuhkan untuk melakukan pelatihan. Perusahaan juga bisa menyediakan fasilitator dari pihak eksternal agar pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Implementasikan Game-Based Learning Bersama Kami.
Kummara membantu banyak organisasi untuk mengimplementasikan konsep game-based learning dan gamifikasi sederhana untuk membuat program belajar menjadi lebih interaktif, efektif dan efisien.

Bagaimana Game-Based Learning Efektif Untuk Belajar Literasi Keuangan?
Belajar tentang literasi keuangan memang cukup menantang, tapi sebenarnya belajar literasi keuangan bisa menjadi “ramah” dengan cara yang tepat. Sejalan dengan berkembangnya metode game-based learning atau pembelajaran berbasis game, literasi keuangan (financial literacy) kini dapat dipelajari dengan cara yang lebih interaktif dan melibatkan peserta.
Sedikit membahas tentang game-based learning, istilah ini adalah sebuah metode belajar yang menggunakan game dalam berbagai subjek, mulai dari pendidikan hingga soft skills seperti leadership dan komunikasi. Dengan jangkauan yang luas, metode game-based learning juga dipakai untuk pembelajaran literasi keuangan.
Baca Juga: Critical Thinking & Problem Solving: Kunci Sukses di Dunia Kerja
Pembelajaran Literasi Keuangan yang Interaktif
Salah satu keuntungan terbesar dari game-based learning adalah tingginya keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran. Saat peserta merasa terlibat dan termotivasi, mereka cenderung mampu menyerap informasi dengan lebih baik. Games didesain untuk terasa menyenangkan bagi semua orang – ketika seseorang yang belajar juga merasa bersenang-senang, mereka akan lebih ingat apa yang mereka pelajari.
Dalam kasus literasi keuangan, mungkin akan sedikit menantang untuk membuat materi ini jadi menarik: jika hanya fokus pada topiknya saja. Namun dengan menggabungkannya dengan permainan, orang-orang bisa belajar tentang literasi keuangan dengan cara yang edukatif dan interaktif.
Learning by Doing
Konsep Learning by Doing adalah mempelajari sesuatu berdampingan dengan praktiknya. Ini juga merupakan peran game-based learning, karena dalam game, pemain akan diberikan objektif/tujuan dan sejumlah aturan bermain. Pemain harus menggunakan pengetahuan mereka untuk berhasil menyelesaikan objektif yang ada.
Hal ini pun bisa diterapkan dalam pembelajaran literasi keuangan. Dengan metode game-based learning, peserta bisa mengembangkan pemahaman mereka tentang liteasi keuangan dengan lebih baik. Jenis pembelajaran ini sangat efektif, karena memungkinkan peserta mempraktikkan skenario dunia nyata dan belajar membuat keputusan di lingkungan yang aman, sesuai kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Seberapa Efektif Belajar Design Thinking dengan Game-Based Learning?
Umpan Balik Secara Real-Time
Dalam ruang lingkup game-based learning, peserta dapat menerima umpan balik (feedback) secara real-time tentang proses belajar mereka. Umpan balik ini memungkinkan peserta melihat perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Peserta dapat melihat konsekuensi dari setiap aksi dan keputusan yang mereka ambil saat itu juga.
Dengan menerapkan game-based learning dalam pembelajaran literasi keuangan, peserta dapat memahami dampak keputusan finansial yang mereka ambil, dan diharapkan mampu menanamkan kebiasaan finansial yang lebih baik.
Susun Dana, Game-Based Learning Program untuk Literasi Keuangan
Kummara memperkenalkan Susun Dana, sebuah Game-Based Learning (GBL) program yang fokus pada pemahaman literasi keuangan. Susun Dana dirancang untuk perusahaan, lembaga pemerintahan, atau organisasi yang memiliki keinginan mengimplementasikan pelatihan dengan metode Game-Based Learning untuk meningkatkan literasi keuangan.
Didesain sebagai program yang sederhana, interaktif dan inovatif, Susun Dana mengajak peserta memahami dasar-dasar literasi finansial serta jenis-jenis instrumen keuangan lewat permainan simulasi. Peserta bisa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang literasi keuangan, serta belajar tentang kebiasaan-kebiasaan penting yang berguna di kehidupan sehari-hari.

Source: Kummara.com
Hadirkan Sesi Game-Based Learning di Organisasi Anda Bersama Kummara!
Kummara membantu organisasi/perusahaan mengimplementasikan program Game-Based Learning dan Gamification sederhana untuk membuat setiap program pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif dan efisien.
Contact us:
📩 Email: info@kummara.com
📨 DM: @kummaraworld
📞 Whatsapp: 0812 856 2611

Critical Thinking & Problem Solving: Kunci Sukses di Dunia Kerja
Critical Thinking dan Problem Solving: Kunci Sukses di Dunia Kerja yang Selalu Berubah
Dalam kondisi dunia kerja yang selalu berubah dengan cepat, memiliki keterampilan critical thinking dan problem solving menjadi semakin penting. Keterampilan ini memungkinkan kita untuk menganalisis masalah secara mendalam, mengidentifikasi alternatif solusi, dan mengambil keputusan yang lebih tepat dan efektif.
Dalam konteks kerja tim, keterampilan ini juga membantu para pegawai untuk:
- Meningkatkan kinerja tim dengan memberikan pandangan yang lebih konstruktif,
- Mengidentifikasi masalah yang muncul dengan lebih cepat, dan
- Bekerja sama untuk menyelesaikan masalah secara efektif.
Dengan demikian, penggunaan keterampilan critical thinking dan problem solving dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan secara keseluruhan, dan membantu mencapai tujuan pekerjaan yang diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengasah dua keterampilan ini dan menggunakannya secara efektif dalam pekerjaan kita sehari-hari.
Cara Efektif Mengasah Keterampilan Tersebut
Salah satu cara yang efektif untuk membantu para pekerja mengasah keterampilan critical thinking dan problem solving mereka adalah ikut serta dalam pelatihan dengan metode game-based learning. Melalui pelatihan dengan model game-based learning, peserta diajak untuk
- Berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dimana mereka akan dihadapkan pada situasi atau tantangan yang mirip dengan situasi di dunia kerja nyata.
- Mengambil keputusan dan memecahkan masalah secara efektif dalam konteks permainan.
- Diberikan umpan balik dan evaluasi secara langsung terkait dengan tindakan yang mereka ambil dalam permainan tersebut.
Hal-hal di atas dapat membantu peserta memahami konsekuensi dari tindakan yang mereka ambil, sehingga mereka dapat belajar dari kesalahan dan meningkatkan keterampilan mereka.
Kummara sebagai game-based learning consultant memiliki serangkaian program pelatihan dengan topik pembelajaran yang beragam, mulai dari peningkatan pemahaman:
- Core value “AKHLAK” BUMN,
- Nilai-nilai ASN BerAKHLAK,
- Leadership,
- Teamwork
- hingga pentingnya memahami design thinking sebagai proses krusial dalam pengembangan produk atau jasa yang di dalamnya sangat membutuhkan keterampilan critical thinking serta problem solving.
Pelajari lebih lanjut terkait program pelatihan dengan metode game-based learning kami melalui tautan berikut:

Memahami Core Value ASN BerAKHLAK Lewat Game-Based Learning
Dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas sedikit tentang core value atau nilai-nilai utama ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Core value ASN BerAKHLAK merupakan fondasi baru bagi Aparatur Sipil Negara demi terwujudnya satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN (Source: menpan.go.id)
Adapun core value ASN menjadi titik tonggak penguatan budaya kerja, yang tidak hanya dilakukan pada ASN tingkat pusat namun juga pada tingkat daerah, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo “ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama.”
Baca Juga: GBL Canvas: Cara Sederhana Menyiapkan Sesi Game-Based Learning

Bentuk Perubahan Core Value ASN BerAKHLAK
Penetapan Core Value ASN BerAKHLAK dilakukan sebagai akselerasi transformasi ASN sebagai upaya perubahan, mendukung pelaksanaan program prioritas kerja presiden terkait dengan pembangunan SDM yang memiliki profil pekerja keras, dinamis, terampil dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Di dalamnya, ASN dituntut untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kapabilitas diri dalam memberikan layanan kepada penggunanya.
Cara Game-Based Learning Mempermudah Implementasi ASN BerAKHLAK
Banyak pelatihan dengan gaya yang masih menggunakan metode directed learning, dimana materi disampaikan satu arah oleh pemateri dan semuanya diajari oleh pemateri tersebut.
Pada akhirnya, sebagian peserta mungkin sulit memahami makna ASN BerAKHLAK yang diberikan, terutama untuk pegawai baru. Padahal metode Game-Based Learning (GBL) juga bisa dipakai untuk mendukung sesi pelatihan karyawan, agar mereka lebih memahami nilai-nilai ASN BerAKHLAK lewat simulasi permainan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Gali Insight Peserta dengan Game-Based Learning
Selanjutnya, peserta pelatihan bisa diminta untuk menuangkan insight di akhir sesi simulasi – nilai-nilai ASN BerAKHLAK mana yang paling menonjol dirasakan ketika menjalankan misi saat sesi simulasi berlangsung. Peserta juga bisa diminta menceritakan nilai-nilai ASN BerAKHLAK mana yang bisa ditingkatkan, agar misi simulasi bisa diselesaikan dengan lebih baik lagi di kesempatan berikutnya.
Hadirkan Sesi Game-Based Learning di Organisasi Anda Bersama Kummara!
Kummara membantu organisasi/perusahaan mengimplementasikan program Game-Based Learning dan Gamification sederhana untuk membuat setiap program pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif dan efisien.
Contact us:
📩 Email: info@kummara.com
📨 DM: @kummaraworld
📞 Whatsapp: 0812 856 2611

ASN BerAKHLAK: Budaya Kerja Positif dan Layanan Publik Berkualitas
BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Core value ASN BerAKHLAK merupakan fondasi baru bagi Aparatur Sipil Negara demi terwujudnya satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN.
Menjadi nilai utama dari seluruh aparatur sipil negara di Indonesia, nilai ini sangat penting untuk dibangun dan diimplementasikan di sektor pemerintahan publik karena memiliki dampak yang signifikan pada kualitas layanan publik yang diberikan kepada masyarakat.

Adapun core value ASN menjadi titik tonggak penguatan budaya kerja, yang tidak hanya dilakukan pada ASN tingkat pusat namun juga pada tingkat daerah, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo “ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama.”
Baca Juga: Integrasi Game-Based Learning (GBL) dalam Learning & Development Onboarding Program
Implementasi Core Value ASN BerAKHLAK dan Pengaruhnya
Implementasi nilai ASN BerAKHLAK di sektor publik memiliki kekuatan untuk membangun budaya kerja yang positif dan sehat. Nilai-nilai membantu membangun kepercayaan, saling menghormati, dan mendorong integritas di antara karyawan dan pemimpin. Selanjutnya budaya yang tergerak berdasarkan nilai-nilai tersebut diharapkan akan memengaruhi cara organisasi memberikan layanan publik yang lebih baik, dan lebih profesional.
Penting untuk diingat, bahwa ASN BerAKHLAK tidak hanya mempengaruhi karyawan tetapi juga masyarakat yang dilayani. Karyawan yang memahami nilai tersebut akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk membuat keputusan yang tepat (decision making) dan menghindari perilaku yang tidak etis atau melanggar hukum. Selain itu, masyarakat akan merasakan kualitas layanan yang lebih baik dan merasa lebih dihargai sebagai konsumen publik.

Cara Mendorong Adanya Core Value ASN BerAKHLAK di Sektor Publik
Demi menciptakan budaya kerja yang positif, setiap karyawan dan pemimpin tentunya harus bekerja sama untuk membangun dan mengimplementasikan nilai ASN BerAKHLAK ini dalam semua aspek pekerjaan. Ada beberapa cara praktis untuk mempromosikan nilai-nilai penting ini di tempat kerja sektor publik, seperti:
- Membuat kode etik yang mencakup nilai ASN BerAKHLAK sebagai pedoman untuk tindakan karyawan,
- Mendorong karyawan untuk memberikan feedback dan meningkatkan diri dalam menerapkan nilai ASN BerAKHLAK,
- Membangun komunikasi yang baik dan terbuka antara karyawan dan pemimpin untuk memastikan bahwa nilai ASN BerAKHLAK selalu menjadi fokus dalam setiap tindakan organisasi, dan
- Memberikan program Learning & Development (L&D) untuk karyawan, dengan tujuan memahami dan menerapkan nilai ASN BerAKHLAK dalam pekerjaan dan keseharian mereka.
Implementasi core value ASN BerAKHLAK di tempat kerja sektor publik memerlukan usaha dan dedikasi dari semua karyawan dan pemimpin. Namun, ketika nilai ini diterapkan secara konsisten, akan memberikan manfaat besar bagi karyawan, masyarakat, dan organisasi. Masyarakat akan menerima layanan publik yang lebih baik, dan organisasi akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam memberikan layanan publik yang lebih baik dan berkualitas.
About Kummara:
Kummara help organizations implement simple game-based learning and gamification program to make every learning program more interactive, effective, and efficient.
Contact us:
📩 Email: info@kummara.com
📨 DM: @kummaraworld
📞 Whatsapp: 0812 856 2611

Seberapa Efektif Belajar Design Thinking dengan Game-Based Learning?
Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, design thinking adalah metode problem-solving yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, design thinking bisa jadi sulit dipahami bagi mereka yang tidak terbiasa dengan prosesnya.
Nah, game-based learning (GBL) ternyata bisa jadi cara yang interaktif untuk memperkenalkan dan memahami design thinking. Lewat artikel ini ayo kita cari tahu bagaimana kita bisa belajar prinsip dan proses design thinking lewat game-based learning.
Baca Juga: Tahapan Design Thinking Dalam Game-Based Learning

Mengapa Pakai Game-Based Learning untuk Belajar Design Thinking?
Game-based learning adalah cara yang menarik untuk mempelajari sebuah konsep. Lewat GBL, peserta bisa berinteraksi dengan materi secara langsung – yang dapat meningkatkan pemahaman mereka.
Menggunakan game-based learning untuk belajar design thinking mampu memicu kita untuk mengalami prosesnya secara langsung dan memperoleh imajinasi lebih dalam tentang bagaimana design thinking itu bekerja.
Menerapkan Game-Based Learning untuk Belajar Design Thinking
Saat menerapkan metode game-based learning untuk belajar design thinking, kita bisa mulai dengan memilih game yang sejalan dengan prinsip dan proses design thinking itu sendiri. Selanjutnya, kita bisa bermain game tersebut dan merefleksikan bagaimana prinsip design thinking diterapkan dalam pengalaman tersebut.
Jadi dengan game-based learning tidak hanya belajar secara teori, namun juga sebagai simulasi/praktek yang sesuai dengan kehidupan nyata.
Contoh Penerapan Game-Based Learning dalam Pembelajaran Konsep Design Thinking
Sebenarnya sudah ada cukup banyak game-based learning experience yang bisa dilakukan untuk belajar design thinking ini.
Sebagai contoh, sebuah game bernama Foldit yang menantang pemain untuk “melipat” (fold) senyawa protein dengan cara yang unik untuk membantu para peneliti memahami bagaimana protein bekerja. Game ini tentu saja mendorong adanya eksperimen dan prototyping, yang merupakan dua prinsip dari design thinking.

Selain itu belajar konsep design thinking dengan pendekatan game-based learning juga bisa dikemas dalam sebuah sesi learning program yang difasilitasi (Facilitated Game-Based Learning). Dalam hal ini Kummara mempunyai program yang ditujukan untuk perusahaan atau organisasi yang memiliki keinginan menerapkan sesi pelatihan dengan metode pendekatan game-based learning untuk meningkatkan pemahaman tentang proses design thinking.

Cari Tahu Di Sini: Facilitated Game-Based Learning Program Design Thinking
Kesimpulannya…
Game-based learning (GBL) mampu memberikan cara yan menarik untuk memperkenalkan dan memahami prinsip dan proses design thinking. Dengan metode ini, seluruh peserta sesi bisa lebih terlibat (engaged) secara langsung dan memperoleh pemahaman lebih dalam tentang design thinking.
About Kummara:
Kummara help organizations implement simple game-based learning and gamification program to make every learning program more interactive, effective, and efficient.
Contact us:
📩 Email: info@kummara.com
📨 DM: @kummaraworld
📞 Whatsapp: 0812 856 2611

Tahapan Design Thinking dalam Game-Based Learning
Design thinking adalah metodologi pemecahan masalah yang banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk pembelajaran (learning program). Ketika diterapkan pada pembelajaran berbasis game, design thinking dapat membantu game designer menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan efektif bagi para peserta.
Mengenal Design Thinking dan Langkahnya dalam Game-Based Learning
Berikut adalah bagaimana langkah-langkah design thinking dapat diterapkan pada Game-Based Learning (GBL):

Empathize
Langkah pertama dalam design thinking adalah untuk berempati dengan pengguna. Game designer perlu memahami kebutuhan, motivasi, dan tantangan peserta agar mampu merancang sebuah game yang akan menarik minat mereka dan membantu mereka belajar.
Hal ini dapat dilakukan dengan mengobservasi peserta: berbicara dengan mereka, dan melakukan survei untuk mengumpulkan data.
Define
Langkah berikutnya adalah untuk menentukan masalah yang akan diselesaikan oleh game tersebut.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama tahap empati, game designer perlu menentukan tujuan pembelajaran, objektif, dan hasil yang ingin dicapai oleh game.
Ideate
Pada tahap ideasi, game designer perlu menghasilkan ide-ide untuk mekanisme game, gameplay, dan estetika yang sejalan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya.
Hal ini dapat melibatkan menggambar prototipe game, membuat storyboard, atau menggunakan alat desain lainnya untuk memvisualisasikan game.
Prototype
Setelah game designer menghasilkan ide-ide untuk game, mereka perlu membuat prototype game. Ini dapat berupa prototipe fisik sederhana atau prototipe digital yang lebih kompleks yang mensimulasikan gameplay.
Prototype akan memungkinkan game designer untuk menguji dan mengembangkan mekanisme game dan estetika sebelum finalisasi pengembangan produk akhir.
Test
Langkah terakhir adalah menguji prototype game dengan peserta untuk mengumpulkan feedback dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Game designer dapat menggunakan feedback tersebut untuk memperbaiki dan meningkatkan game, membuatnya lebih menarik dan efektif bagi peserta.
About Kummara:
We help Organizations implement simple game-based learning & gamification program to make learning program more interactive, effective & efficient.
Contact us:
📩 Email: info@kummara.com
📨 Instagram: @kummaraworld
📞 Whatsapp: 0812 856 2611

GBL Canvas: Cara Sederhana Menyiapkan Sesi Game-Based Learning
Saat ini makin banyak pihak yang telah memahami potensi game-based learning dan gamification, khususnya untuk mendukung berbagai program learning & development. Namun demikian masih banyak yang belum sepenuhnya paham bagaimana mempersiapkan sesi Game-Based Learning (GBL) yang baik. Karena itu, artikel ini merupakan waktu yang tepat untuk membahas Game-Based Learning Canvas. Ini adalah satu tools yang kami kembangkan di Kummara dalam upaya mempersiapkan sebuah sesi Game-Based Learning yang baik.
Baca Juga: Miskonsepsi Game-Based Learning dan Gamification: Serupa Tapi Tak Sama
Struktur Game-Based Learning Canvas
Secara umum, Game-Based Learning Canvas yang kami kembangkan terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:
- Data sesi. Berisi judul program, tanggal, tema/fokus, output, catatan yang penting untuk dipahami, serta keywords yang akan kita gunakan selama sesi.
- Struktur sesi. Terdiri dari 5 bagian utama: Prolog, Preplay, Play, Post-play, dan Epilog. Masing-masing bagian bisa kita isi pointer panduan untuk jadi fokus yang ingin kita hadirkan.
- Evaluasi Sesi. Ini adalah ruang untuk setiap yang terlibat bisa memberikan notes terkait hal-hal yang sudah baik dan bjuga hal-hal yang bisa ditingkatkan. Kita juga bisa menambahkan beberapa kolom khusus, misal apa yang dipelajari dan komitmen perbaikan.
Baca Juga: 3 Cara Gamifikasi Tingkatkan Produktivitas di Perusahaan
Overview dan Contoh Game-Based Learning Canvas


Game-Based Learning Canvas: Apa yang Harus Diperhatikan?
- Game-Based Learning Canvas adalah salah satu tools untuk membantu kita merencanakan dan mempersiapkan sesi game-based learning yang baik. Strukturnya juga memungkinkan untuk bisa lebih dioptimalkan agar mampu menyampaikan berbagai ide baik yang hadir.
- Game-Based Learning Canvas bisa menampilkan berbagai pointer penting. Namun adakalanya dalam sebuah sesi Game-Based Learning, khususnya yang melibatkan tim fasilitator perlu lebih didetilkan. Untuk itu, Game-Based Learning Canvas ini bisa jadi acuan untuk kita mengembangkan dokumen panduan fasilitator.
- Perencanaan yang baik tentu perlu dikomunikasikan dengan baik. Oleh karenanya penting untuk tetap melakukan diskusi persiapan secara langsung dengan semua tim yang terlibat, bukan hanya menyampaikannya secara tertulis.
- Sesi Game-Based Learning berjalan sangat dinamis. Segala bentuk perencanaan harus tetap memberi ruang untuk para fasilitator yang terlibat bisa melakukan improvisasi yang dibutuhkan demi jalannya sesi yang optimal.
- Penting sekali semua yang terlibat paham 5 prinsip dasar fasilitator game-based learning: READINESS, KNOWLEDGEBILITY, SIMPLICITY, AGILITY, HAPPINESS.
GABUNG KE GRUP TELEGRAM BEYOND GAME
Group Telegram “Beyond Game” hadir sebagai ruang untuk berbagi informasi dan cerita tentang update implementasi game-based learning, gamification, dan game secara lebih luas.
🔗 Gabung ke Group Telegram Beyond Game melalui tautan di bio kami: https://bit.ly/telegramBG
