
Pusing Hadirkan Pelatihan dengan Ratusan Peserta? Kummara Siap Bantu
Pusing Hadirkan Pelatihan dengan Ratusan Peserta? Kummara Siap Bantu
Apabila menghadirkan pelatihan dengan ratusan peserta itu melelahkan dan menjadi tantangan berat, sepertinya ada yang salah. Apalagi kebanyakan pelatihan korporat masih dihadirkan secara tradisional, dan dengan peserta sebanyak itu biasanya sesinya pasif, banyak yang tidak memperhatikan. Ibarat narasumber dengan materinya menuangkan air ke gelas bocor, ya sampai kapanpun gelas tidak akan penuh.
Bagaimana jika kita bisa mengubah “ruang pelatihan” menjadi petualangan yang menarik? Itulah yang dilakukan oleh Kummara dengan sesi yang diintegrasikan dengan sesi game-base learning (GBL). Sesi tersebut memanfaatkan keinginan alami manusia untuk bermain dan menghadapi tantangan. Terbukti tingkat keterlibatan dapat meningkat hingga 60%, dan sebanyak 83% karyawan mungkin benar-benar ingin belajar lebih banyak. Kita mengingat apa yang kita lakukan. GBL juga membantu karyawan mengingat 80% materi, sebuah kontras yang mencolok dibandingkan dengan tingkat retensi hanya 20% dari metode tradisional.


Membuat program pelatihan dengan jumlah peserta banyak bisa terasa seperti mencoba mengumpulkan anak-anak kucing, bukan? Skalabilitas membawa tantangan tersendiri: kurangnya personalisasi, butuh tingkat keterampilan yang beragam untuk meng-handle ratusan peserta, dan rendahnya dampak penyerapan materi dari peserta.
“In large states, public education will always be mediocre, for the same reason that in large kitchens the cooking is usually bad.” – Friedrich Nietzsche

Pelatihan Masif Butuh Leaderboard
Pelatihan dengan jumlah peserta massal membutuhkan strategi. Sangat diperlukan sentuhan interaktif, pembelajaran berbasis skenario, dan microlearning. Perlu juga menyediakan konten dan pola learning yang terjahit rapih.
Kummara kini punya solusinya. Perkenalkan, KILES Leaderboard, sebuah platform di mana para pengguna/fasilitator dapat membuat maupun memperbaharui papan peringkat secara real-time. Fasilitator dapat memantau ratusan peserta secara bersamaan dan fitur real-time ini membuat hasil bisa langsung dapat dilihat oleh semua peserta. Hal ini membuat sesi pelatihan dan pembelajaran menjadi kompetisi yang menarik dan banyak peserta bisa terlibat dengan proses pengoperasian yang sangat mudah.
Daftar dan coba di sini KILES Leaderboard dari Kummara: KILES Leaderboard
Saat ini Kummara juga memiliki satu program khusus yang cocok bagi organisasi ataupun perusahaan yang ingin menghadirkan sesi pelatihan yang bisa melibatkan ratusan karyawan/peserta. Lihat detail program Kummara untuk peserrta massal: Interactive Massive Session

Tingkatkan Critical Thinking dan Knowledge Sharing di Perusahaan Lewat Game-Based Learning
Tingkatkan Critical Thinking dan Knowledge Sharing di Perusahaan Lewat Game-Based Learning
Bagaimana jika pelatihan karyawan tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan saling berbagi pengetahuan?
Inilah kekuatan game-based learning, pendekatan inovatif yang menjadikan proses belajar di perusahaan jauh lebih aktif, kolaboratif, dan bermakna. Dalam iklim kerja yang terus berubah, kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan berbagi pengetahuan (knowledge sharing) menjadi aset penting bagi organisasi yang ingin terus berkembang.
1. Meningkatkan Critical Thinking
Berpikir kritis tidak hanya tentang logika, tetapi tentang kemampuan mengambil keputusan cerdas dalam situasi kompleks. Melalui skenario yang menantang dalam permainan, peserta pelatihan dituntut untuk menganalisis, berstrategi, dan mengambil keputusan. Apalagi jika skenario yang dihadirkan menyerupai kondisi nyata, hal ini akan memberikan ruang bagi peserta untuk mengevaluasi aksi atau tindakan yang dilakukan, belajar dari kesalahan, dan mencoba pendekatan baru. Semuanya berlangsung dalam suasana yang aman dan menyenangkan.
2. Membiasakan Knowledge Sharing
Sementara itu, knowledge sharing sering kali menjadi tantangan di lingkungan kerja, terutama ketika individu terlalu fokus pada tugasnya masing-masing. Game-based learning membuka ruang bagi kolaborasi. Ketika peserta bermain dalam tim, mereka secara alami akan berbagi strategi, pengetahuan, dan pengalaman. Ini memperkuat budaya saling bantu dan mendorong aliran informasi yang lebih terbuka dalam organisasi.

3. Game-based Learning Membentuk Budaya
Manfaat game-based learning tidak hanya dapat dirasakan bagi peserta, namun juga bermanfaat bagi budaya kerja secara keseluruhan. Dengan fitur seperti direct feedback, tantangan berbasis simulasi, dan sistem reward yang memotivasi, pembelajaran menjadi lebih melekat. Alhasil, perusahaan mendapatkan tim yang lebih tangguh, berpikir strategis, dan terbiasa berkolaborasi dalam tekanan. Dengan kata lain akan melahirkan kemampuan-kemampuan yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan bisnis hari ini.
Perushaan Anda belum menerapkan metode game-based learning dalam sesi pelatihan? Inilah saat yang tepat menjadikan proses belajar sebagai pengalaman yang hidup dan berdampak. Game-based learning bukan sekadar tren, tapi solusi konkret untuk menghadirkan pelatihan yang efektif dan relevan. Pelatihan tidak harus kaku atau membosankan. Cukup diberi pendekatan yang tepat, sesi pelatihan bisa menjadi ruang tumbuh yang dinamis bagi semua orang di dalam organisasi.
Bingung bagaimana cara menerapkan game-based learning dalam sesi pelatihan di perusahaan Anda?
Hubungi Kummara. Kami membantu organisasi meningkatkan soft skill, keterlibatan dan retensi karyawan melalui program game-based learning dan gamifikasi yang interaktif, efektif dan efisien. Kami menawarkan berbagai gamified learning program yang mungkin sesuai dengan kebutuhan perusahaan / organisasi Anda melalui Beyondgame Workshop Program.
Referensi: GAME-BASED LEARNING TO IMPROVE CRITICAL THINKING AND KNOWLEDGE SHARING: LITERATURE REVIEW

7 Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Melirik Game-Based Learning untuk Pelatihan Karyawan
7 Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Melirik Game-Based Learning untuk Pelatihan Karyawan
Game-Based Learning untuk pelatihan kini semakin populer sebagai pendekatan yang inovatif dan efektif dalam dunia kerja. Metode ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan serta hasil pembelajaran secara keseluruhan. Konsep utamanya adalah memanfaatkan kekuatan bermain, eksplorasi, dan belajar dari kesalahan sebagai media belajar yang lebih alami dan menyenangkan.
Baca juga: Belajar Gamifikasi Onboarding dari Deloitte: Efektif Tingkatkan Keterlibatan dan Retensi Karyawan
Di tengah dunia kerja yang semakin cepat dan kompetitif, perusahaan dituntut untuk terus mengembangkan potensi sumber daya manusianya. Potensi Game-Based Learning untuk pelatihan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tetap fokus pada pencapaian tujuan. Berikut ini tujuh manfaat utamanya yang membuat metode ini layak dipertimbangkan dalam pelatihan karyawan:

1. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan
Salah satu keunggulan utama dari pendekatan ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta. Tidak seperti pelatihan konvensional yang membosankan, game memberikan ruang bagi peserta untuk mengambil keputusan, mengejar misi, dan menilai progres sendiri. Keterlibatan yang tinggi ini berkontribusi pada hasil belajar yang lebih efektif dan mudah diingat.
2. Memperkuat Retensi dan Ingatan
Game memberikan pengalaman belajar yang membekas secara emosional dan visual. Ketika peserta merasa terlibat secara personal, mereka cenderung lebih mudah mengingat informasi yang dipelajari. Sesi debrief setelah permainan juga membantu peserta mengaitkan pengalaman dengan materi, menghasilkan pemahaman yang lebih dalam dan tahan lama.
3. Mendukung Pemahaman Konsep Secara Holistik
Game-Based Learning untuk Pelatihan memungkinkan peserta menemukan keterkaitan antara berbagai topik atau konsep secara alami. Proses ini membuat materi pelatihan terasa lebih relevan dan kontekstual—terutama untuk materi yang kompleks, seperti strategi bisnis, manajemen krisis, atau logika sistem.
4. Menjembatani Teori dan Praktik
Melalui simulasi dan peran dalam game, peserta bisa belajar memahami konsep abstrak melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya mendengar atau membaca teori, tapi mengalaminya secara virtual. Ini sangat efektif untuk membantu peserta memahami sistem atau dinamika yang biasanya sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata.
5. Meningkatkan Aksesibilitas Pelatihan
Game cenderung memiliki hambatan masuk yang rendah. Ini membuat metode ini inklusif—semua orang, terlepas dari latar belakang akademik atau tingkat literasi, dapat berpartisipasi aktif. Tidak perlu jadi ahli teori atau pembaca cepat untuk bisa memahami pelajaran dari permainan.

6. Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis
Peserta pelatihan sering kali dihadapkan pada tantangan dalam game yang memerlukan pengambilan keputusan strategis, pemecahan masalah, dan evaluasi resiko. Ini sangat membantu membangun kemampuan berpikir kritis, yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini.
7. Mendorong Cinta terhadap Pembelajaran
Karena menyenangkan, game bisa menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi. Ketika peserta merasa bahwa belajar bisa seru dan rewarding, mereka akan lebih terbuka untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam jangka panjang.
Investasi Pelatihan yang Cerdas dan Berdampak
Game-Based Learning untuk pelatihan bukan hanya peluang atau sebagai alat bantu belajar semata, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun budaya pembelajaran yang aktif dan relevan. Dengan mengadopsi metode ini, perusahaan dapat menciptakan pelatihan yang lebih menarik, berdampak, dan sesuai dengan karakter generasi pekerja masa kini.
Saatnya menjadikan game sebagai bagian dari solusi pelatihan yang modern dan berdampak nyata. Jadikan setiap sesi pelatihan sebagai pengalaman yang dinantikan, bukan dihindari.
Hubungi Kummara untuk mulai menghadirkan pelatihan Game-Based Learning untuk pelatihan di perusahaan Anda.
📩 Email: info@kummara.com
📨 DM: @kummaraworld
📞 Whatsapp: 0812 856 2611

Tingkatkan Skill Manajerial melalui Game-Based Learning Lewat KreditPlus Interactive Managerial Enhancement Program
KreditPlus, perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dengan menyelenggarakan KreditPlus Interactive Managerial Enhancement Program.
Diadakan di KreditPlus Training Center Lantai 2, sesi ini diadakan dalam rentang waktu 6 Januari hingga 17 Januari 2025. Program ini terbagi ke dalam 4 batch dengan total peserta sejumlah 100 orang, dengan fokus pada peningkatan keterampilan manajerial melalui pendekatan Game-Based Learning (GBL).
Baca Juga: Hasil Implementasi Game Susun Danaku: Mengubah Cara Belajar Keuangan dengan Cara Asyik


Menggabungkan Pembelajaran dan Program Interaktif
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, sekaligus efektif dalam mengasah kemampuan manajerial peserta.
Hari pertama program dimulai dengan pre-test, yang bertujuan untuk mengukur pemahaman awal peserta sebelum memasuki sesi materi. Selanjutnya, peserta akan mendapat materi pengantar berjudul “Menerapkan Kerangka Kerja Komunikasi Efektif dan Problem Solving” yang disampaikan oleh CEO Kummara Group, Eko Nugroho.
Sebagai praktek dari materi pertama, peserta KreditPlus lalu diajak untuk mencoba Game-Based Learning “Treasure of Punakawan”. Lewat sesi ini, peserta diajak untuk mengembangkan kemampuan problem solving dan komunikasi efektif dalam konteks manajerial.
Berlanjut setelah makan siang, peserta mendapat materi “What, So What, Now What Framework”, sebuah kerangka kerja yang membantu dalam menyelesaikan masalah secara sistematis. Tak lupa dilanjutkan dengan praktek Game-Based Learning kedua yaitu “LAKSAMANA” yang didesain untuk mengasah kemampuan kolaborasi dan decision-making melalui permainan. Peserta juga diperkenalkan dengan OODA Framework (Observe, Orient, Decide, Act) dan DISC Trait, yang membantu mereka dalam memahami dinamika tim dan mengambil keputusan yang efektif.


Game-Based Learning Program Sebagai Praktek Leadership
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga menantang peserta untuk langsung menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam simulasi dan permainan. Dengan demikian, diharapkan peserta dapat lebih siap menghadapi tantangan manajerial di dunia kerja yang semakin kompleks.
Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam pengembangan SDM. Dengan begitu, keterampilan manajerial di Indonesia dapat terus ditingkatkan, menciptakan pemimpin-pemimpin yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Literasi Keuangan Jadi Menyenangkan: IFG Goes to Campus Universitas Katolik Parahyangan
Literasi Keuangan Jadi Menyenangkan: IFG Goes to Campus Universitas Katolik Parahyangan
Sabtu, 30 November 2024 – Universitas Katolik Parahyangan Bandung dipenuhi semangat belajar dari ratusan mahasiswa yang mengikuti acara IFG Goes to Campus. Bertema “Start Early, Reap the Rewards Later”, acara yang berlokasi di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) ini merupakan bagian dari upaya Indonesia Financial Group (IFG) untuk meningkatkan literasi keuangan, khususnya di kalangan mahasiswa.

Kenapa Mahasiswa Harus Melek Keuangan?
Saat ini, semakin banyak mahasiswa yang memulai perjalanan hidup mandiri, termasuk merencanakan masa depan keuangan. Namun data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa meskipun tingkat literasi keuangan Indonesia sudah mencapai 65,43%, ternyata masih banyak individu yang belum benar-benar memahami produk seperti asuransi. Padahal, asuransi itu penting untuk melindungi diri dari risiko tak terduga, apalagi bagi mereka yang ingin memulai usaha.
Berangkat dari fakta ini, IFG membuat sesi IFG Goes to Campus, sebagai keinginan membantu generasi muda (mahasiswa) memahami bagaimana mengelola keuangan dengan bijak, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis mereka di masa depan.
Game-Based Learning, Salah Satu Sesi yang Seru di IFG Goes to Campus
Acara IFG Goes to Campus dibuka dengan sambutan dari Dekan FISIP UNPAR Dr. Orpha Jane dan Direktur SDM IFG, Rizal Ariansyah.


Kemudian masuk ke sesi talkshow yang mengundang beberapa pembicara, yaitu aktor dan entrepreneur Ranggana Purwana, CEO Kummara Group dan Game-Based Learning Consultant Eko Nugroho, Lecturer of Finance at Business Administration UNPAR Dr. Maria Widyarini, dan SEVP Manajemen Bisnis IFG Rosmaylinda Nasution. Talkshow ini fokus membahas tentang pentingnya pemahaman mengelola instrumen keuangan khususnya asuransi sebagai salah satu instrumen perlindungan (proteksi) perjalanan masa depan kepada para mahasiswa, khususnya calon wirausahawan.

Setelah sesi talkshow berakhir, masuklah ke sesi Game-Based Learning yang mengajak teman-teman peserta untuk mencoba game simulasi keuangan “Susun Danaku”. Game ini didesain khusus oleh tim Kummara, sebagai simulasi agar peserta bisa memahami pengelolaan uang dengan cara yang menyenangkan. “Selain belajar literasi keuangan, game ini juga melatihan keterampilan komunikasi dan leadership, yang tentunya dibutuhkan oleh mahasiswa.” CEO Kummara Group dan Game-Based Learning Consultant Eko Nugroho menjelaskan.


Fokus pada Wirausahawan Muda
Tahun ini, IFG memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang bercita-cita menjadi wirausahawan. Mereka sering menghadapi tantangan besar, seperti mengelola keuangan pribadi sekaligus bisnis. Dengan literasi keuangan yang baik, mereka bisa lebih siap menghadapi risiko, baik untuk melindungi usaha maupun diri mereka sendiri.
“Start Early, Reap the Rewards Later” bukan sekadar tema, tapi ajakan untuk mahasiswa memulai langkah kecil demi masa depan finansial yang lebih aman. Dengan pendekatan kreatif seperti game-based learning dan interaksi langsung, acara ini diharapkan berhasil mengubah pembelajaran keuangan menjadi pengalaman yang seru dan bermakna.

Pahami Nilai Integritas dari Main Game di Kuliah Umum Universitas Katolik Parahyangan
Pahami Nilai Integritas dari Main Game di Kuliah Umum Universitas Katolik Parahyangan
Bandung, 26 November 2024. Kummara mendapat kesempatan untuk mengisi kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Kuliah umum dibuka dengan sambutan dari Dr. Pius Sugeng Prasetyo selaku Dekan FISIP UNPAR. Sesi kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Eko Nugroho terkait antikorupsi dan nilai integritas di Indonesia.
Eko menyebutkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) tahun 2024 menurun dibanding tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan masyarakat mulai merasa terbiasa dengan hal-hal yang sebenarnya mencerminkan tindak korupsi.
Usai dengan paparan tersebut, Eko mengajak para mahasiswa untuk kembali memahami nilai-nilai integritas dan antikorupsi melalui sesi game-based learning berjudul Biro Jodoh. Dalam game ini, pemain harapannya dapat lebih memahami 9 nilai integritas: Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, Kerja keras.


9 Nilai Integritas
Nilai-nilai ini merupakan gagasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agar lebih mudah mengingat, kesembilan nilai integritas dapat disingkat menjadi “Jumat Bersepeda Kaka”
- Jumat: Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab.
- Bersepeda: Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil.
- Kaka: Kerja keras.
Sebelum sesi bermain dimulai, mahasiswa diminta berkelompok untuk menjadi 4 agen biro jodoh. Apabila biro tersebut berhasil merekomendasikan calon jodoh yang tepat untuk para pencari jodoh mereka akan mendapatkan poin. Menariknya, setiap pencari jodoh memiliki kriteria tertentu yang mencerminkan 3 dari 9 nilai integritas. Tugas setiap biro jodoh adalah mencari calon jodoh dengan kriteria yang cocok.
Calon jodoh digambarkan memiliki karakteristik tertentu, misalnya “Menghargai waktu di setiap kegiatan”. Ketika biro memilih calon jodoh, mereka diberi kesempatan untuk menebak karakteristik tersebut mencerminkan nilai integritas yang mana. Jika tebakannya benar biro mendapatkan tambahan poin.
Poin juga diberikan apabila karakteristik yang telah diartikan tadi sesuai dengan kriteria pencari jodoh. Semakin banyak kriteria yang sesuai poinnya juga semakin besar. Biro dengan poin tertinggi adalah pemenangnya. Kurang lebih sesi bermain berlangsung selama 60 menit.


Belajar dari Bermain
Setiap sesi game-based learning dari Kummara selalu ditutup dengan sesi refleksi. Mas Eko mengajak mahasiswa merefleksikan apa yang mereka pelajari terkait dari sesi Biro Jodoh. Berikut beberapa jawaban dari mahasiswa.
- Pertanyaan: Tuliskan minimal 2 insight yang teman-teman dapat dari sesi Game-Based Learning Biro Jodoh tadi! (Nama: Jawaban)
- Jawaban:
- Lingga: saya bisa belajar bagaimana cara orang bersikap integritas dan tidak dan saya harus bersikap integritas dan paham akan nilai-niilainya
- Dinda: dari permainan biro jodoh ini, saya jadi lebih memahami pentingnya nilai-nilai integritas seperti kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. ternyata, nilai-nilai ini bukan hanya penting dalam hubungan personal, tapi juga dalam semua aspek kehidupan kita.
- Ternyata kita bisa belajar dengan cara lain bukan hanya teori yang panjang dan membuat bosan di dalam kelas tapi lewat game belajar jadi seru dan interaktif
Sebagai penutup sesi, mahasiswa diberikan beberapa lembar aksi untuk setiap nilai integritas. Mereka diminta mengisi ide praktis atau aksi sederhana yang bisa segera mereka praktekkan terkait nilai-nilai integritas. Salah satunya pada lembar “Adil”, ada yang mengisi: Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku/ras. Atau pada lembar “Jujur”, salah satu jawabannya: Mengakui kesalahan secara terbuka.
Ingin Mencoba Biro Jodoh?
Bagi perusahaan atau organisasi yang juga ingin menghadirkan sesi game-based learning Biro Jodoh dapat hubungi Kummara melalui halaman kontak.

Revolusi Baru Pembelajaran Bisnis: EPICS Game-Based Learning Program
Bosan dengan pelatihan bisnis yang membosankan? EPICS hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kemampuan bisnis Anda melalui cara yang menyenangkan dan interaktif.
EPICS adalah sebuah program Game-Based Learning yang dirancang khusus untuk membantu Anda:
- Memahami pentingnya data dalam pengambilan keputusan: Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, data adalah raja. EPICS akan mengajarkan Anda bagaimana menganalisis data untuk membuat keputusan yang strategis dan tepat.
- Mengasah kemampuan problem solving: Melalui simulasi bisnis interaktif, Anda akan dihadapkan pada berbagai tantangan bisnis yang realistis. Dengan EPICS, Anda akan belajar untuk berpikir kritis dan mencari solusi inovatif untuk setiap masalah.
- Meningkatkan kemampuan leadership dan teamwork: Dalam EPICS, Anda akan bekerja sama dengan peserta lain untuk mencapai tujuan bersama. Program ini akan membantu Anda mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim yang solid.
Baca Juga: Mengenal Pentingnya Perencanaan Strategis dalam Bisnis
Tingkatkan Kinerja Bisnis Anda dengan EPICS
Dalam game EPICS, Anda akan berperan sebagai seorang pemimpin atau manajer di berbagai divisi dalam sebuah perusahaan, mulai dari produk, penjualan, rantai pasok, hingga analisis data. Setiap divisi memiliki fokus dan tantangan yang berbeda-beda. Kinerja bisnis Anda akan sangat bergantung pada seberapa baik Anda dan tim Anda dapat bekerja sama untuk mencapai target yang telah ditetapkan.




Apa yang Membuat EPICS Spesial?
- Simulasi bisnis yang realistis: Simulasi bisnis dalam EPICS dirancang untuk meniru kondisi bisnis yang sebenarnya, sehingga Anda dapat memperoleh pengalaman yang berharga.
- Fokus pada pengembangan keterampilan: EPICS tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membantu Anda mengembangkan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk sukses dalam dunia bisnis.
Informasi lebih lanjut mengenai program Game-Based Learning EPICS, silakan kunjungi tautan berikut >> https://kummara.com/performance-management/

Ide Praktis Integrasi Gamifikasi dalam Onboarding Program
Ide Praktis Integrasi Gamifikasi dalam Onboarding Program
Onboarding adalah sebuah Learning Program yang dirancang untuk anggota tim atau karyawan yang baru bergabung. Program ini membantu mereka memahami nilai, struktur, dan peran mereka dalam organisasi atau perusahaan. Tujuan utamanya adalah agar mereka bisa segera berkontribusi secara optimal dalam organisasi.
Pembelajaran yang didapatkan peserta onboarding biasanya melalui paparan (classroom), belajar mandiri (LMS), dan mentoring (on-the-job training). Hal-hal yang mereka pelajari pada umumnya dibagi menjadi tiga topik besar:
- Topik Strategis: Memahami visi, misi, struktur, nilai, business model, dan budaya organisasi.
- Topik Sosial (Partnership): Mengoptimalkan proses interaksi dan kolaborasi dengan rekan kerja, pimpinan, serta konsumen.
- Topik Operasional: Memahami bagaimana menjalankan peran mereka secara optimal.
Potensi Gamifikasi (dan Game-based Learning) dalam Pelatihan Karyawan Baru
Peserta bisa menguikuti program onboarding melalui proses seleksi. Artinya, mereka yang lolos menjadi peserta onboarding sudah dianggap memenuhi kualifikasi. Mereka dipercaya untuk bisa mengembangkan organisasi karena memiliki potensi untuk mendukung visi, misi dan dan dirasa bisa adaptasi serta bisa mengikuti budaya organisasi. Dengan kata lain setiap program onboarding adalah program penting.
Karenanya program onboarding sebaiknya lebih dari sekedar paparan, untuk memberi tahu apa yang peserta belum tahu terkait topik-topik di atas. Proses onboarding bisa dioptimalkan lebih dari itu, misalnya mengoptimalkan potensi peserta dengan memahami nilai dan pemahaman mereka, kemudian mengarahkan potensi tersebut untuk kepentingan organisasi.
Untuk mencapai ini, dibutuhkan program learning interaktif dengan umpan balik yang tepat serta keterlibatan yang lebih aktif dari fasilitator dan mentor. Mereka bisa mendeteksi potensi-potensi terbaik dari para peserta sejak program onboarding dimulai.
Pendekatan game-based learning dan gamifikasi bisa menjadi solusi optimal untuk menciptakan ruang interaksi yang dinamis dan efektif.

Ide Praktis Integrasi Gamifikasi (dan Game-based Learning) dalam Onboarding Program
Berikut beberapa ide praktis integrasi gamifikasi dalam program pelatihan untuk karyawan baru berdasarkan 3 topik besar di atas.
Topik Strategis: Memahami visi, misi, struktur, nilai, business model, dan budaya organisasi.
- Pendekatan: Facilitated game-based learning diikuti dengan gamifikasi sederhana.
- Durasi: 180 menit.
- Peserta: Grup 10-20 orang.
- Struktur Sesi: 20 menit diskusi pembuka, 60 menit simulasi (play), 30 menit diskusi, 30 menit penyampaian pesan utama dan rangkuman poin pembelajaran, 10 menit tantangan/tugas lanjutan dengan gamifikasi sederhana. Misalnya, mempelajari video paparan nilai dari CEO, membuat poster summary, membagikan rangkuman melalui video sosmed, dan voting. Yang terbaik mendapatkan reward/point.
Topik Sosial (Partnership) 🗨️
- Pendekatan: Facilitated role play diikuti dengan gamifikasi sederhana.
- Durasi: 180 menit.
- Peserta: Grup 10 orang.
- Struktur Sesi: 20 menit diskusi pembuka, 60 menit role play (5 menit setiap grup + 5 menit tanggapan), 30 menit diskusi, 30 menit rangkuman poin pembelajaran utama, 10 menit tantangan/tugas lanjutan dengan gamifikasi sederhana. Misalnya, mempelajari teknik komunikasi, membuat video sederhana, membagikan, dan voting. Yang terbaik mendapatkan reward/point.
Topik Operasional
- Pendekatan: Gamifikasi sederhana.
- Mekanisme: Setiap peserta mendapatkan mini quiz pada waktu tertentu. Quiz berfokus pada peran dan SOP yang harus dipahami. Supervisor (mentor) memberikan feedback sederhana. Dibuatkan leaderboard khusus untuk peserta terbaik.
Kummara Memiliki Berbagai Macam Gamifikasi Program untuk Mendukung Sesi Onboarding
Kummara hadir untuk membantu banyak perusahaan yang ingin naik level pada program onboarding mereka dengan metode game-based learning dan gamifikasi secara offline, online maupun hybrid. Kami menawarkan berbagai gamified learning program yang mungkin sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Tersedia berbagai tema mulai dari internalisasi core value, leadership, service excellent dan lainnya.
Referensi:
https://www.quora.com/Which-tech-company-has-the-best-new-hire-on-boarding-program-and-why

Latih Sustainable Management Skill Perusahaan dengan Cara Efektif: Box to Box Game-Based Learning Program
Kemampuan manajemen keberlanjutan (sustainability management) saat ini menjadi sebuah keharusan untuk perusahaan yang ingin mencapai kesuksesan jangka panjang. Berangkat dari pemikiran ini, hadir Box to Box, sebuah Game-Based Learning Program yang inovatif yang membantu para profesional dan organisasi mengembangkan kemampuan dalam mengelola risiko dan mengintegrasikan sustainability ke dalam strategi bisnis mereka.
Belajar Konsep Sustainability Management dengan Menjelajah Dunia Ekspedisi
Box to Box membawa para peserta dalam simulasi yang menarik, di mana mereka akan berperan sebagai tim manajemen perusahaan pengiriman. Tugas mereka adalah mengantarkan paket ke berbagai tujuan dengan aman, tepat waktu, dan tentunya dengan cara yang berkelanjutan. Para peserta harus membuat keputusan strategis untuk mengoptimalkan rute pengiriman, meminimalkan emisi karbon, dan memaksimalkan keuntungan perusahaan.
Baca Juga: Pahami Aturan Perkotaan dengan Cara yang Fun: City on Board Game-Based Learning Program
Kunci utama untuk memenangkan permainan Box to Box adalah dengan mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko secara efektif. Para peserta harus mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan operasi perusahaan, seperti kondisi cuaca, harga bahan bakar, regulasi pemerintah, dan ekspektasi stakeholder.




Kolaborasi Menuju Keberhasilan Bersama
Box to Box menekankan pentingnya kolaborasi antar divisi dan stakeholder dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Para peserta harus bekerja sama dengan tim analis, tim keuangan, tim operasional, dan para shareholder untuk mengembangkan strategi yang tepat dan efektif.
Selain itu, Box to Box adalah program yang ideal bagi para profesional dan organisasi yang ingin:
- Mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko terkait keberlanjutan.
- Membuat keputusan strategis dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal.
- Memahami pentingnya kolaborasi antar divisi dan stakeholder dalam mencapai tujuan keberlanjutan.
- Mengintegrasikan sustainability ke dalam perencanaan strategis perusahaan.
Informasi lebih lanjut mengenai program Game-Based Learning BOX TO BOX, silakan kunjungi tautan berikut >> https://kummara.com/corporate-sustainability-management/

Menjadi Ambidextrous Leader dengan Tepat: HELLO CAPTAIN! Game-Based Learning Program
Di dunia yang penuh dengan perubahan dan disrupsi, pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan yang luar biasa. HELLO CAPTAIN!, sebuah Game-Based Learning Program yang inovatif, hadir untuk membantu para pemimpin mengembangkan keahlian ambidextrous yang esensial untuk mencapai kesuksesan dalam situasi yang kompleks dan penuh ketidakpastian.
HELLO CAPTAIN! membawa para peserta dalam sebuah petualangan seru, di mana mereka akan berperan sebagai kapten kapal yang memimpin tim untuk menjelajahi lautan dan mencari ikan sebanyak-banyaknya. Para peserta akan dihadapkan pada berbagai situasi yang menantang, seperti cuaca ekstrem, badai, dan predator laut.
Baca Juga: Pahami Aturan Perkotaan dengan Cara yang Fun: City on Board Game-Based Learning Program
Exploit and Explore: Keseimbangan Kepemimpinan yang Tepat
Kunci utama untuk memenangkan permainan HELLO CAPTAIN! adalah dengan mencapai keseimbangan antara eksploitasi dan eksplorasi. Para pemimpin harus mampu memanfaatkan kondisi saat ini dengan mengoptimalkan operasi model bisnis yang ada (eksploitasi), sekaligus tetap terbuka untuk menjelajahi peluang baru dan melakukan inovasi (eksplorasi).




HELLO CAPTAIN! tidak hanya melatih kemampuan ambidextrous, tetapi juga membekali para pemimpin dengan 7 poin kemampuan komunikasi yang esensial, yaitu:
- Kejelasan (Clarity): Menyampaikan pesan dengan jelas, ringkas, dan mudah dipahami.
- Transparansi (Transparency): Terbuka dan jujur dalam berkomunikasi dengan tim.
- Mengajukan Pertanyaan (Asking Question): Aktif mendengarkan dan mengajukan pertanyaan yang tepat untuk menggali informasi dan ide-ide baru.
- Mendengarkan Aktif (Active Listening): Memberikan perhatian penuh kepada tim dan menunjukkan empati terhadap mereka.
- Empati (Empathy): Memahami dan menghargai perasaan serta sudut pandang orang lain.
- Menerima dan Menerapkan Umpan Balik (Receiving & Implementing Feedback): Terbuka terhadap kritik dan saran, serta mampu menerapkannya untuk meningkatkan kinerja.
Kembangkan Kemampuan Ambidextrous Leader dengan Game-Based Learning
HELLO CAPTAIN! adalah program yang ideal bagi para pemimpin yang ingin meningkatkan kemampuan mereka untuk:
- Mengeksploitasi kondisi saat ini dengan mengoptimalkan operasi model bisnis saat ini.
- Mengeksplorasi peluang dan melakukan inovasi untuk mencapai kesuksesan di masa depan.
- Menerapkan 7 poin kemampuan komunikasi yang esensial untuk memimpin tim secara efektif.
Informasi lebih lanjut mengenai program Game-Based Learning HELLO CAPTAIN!, silakan kunjungi tautan berikut >> https://kummara.com/ambidextrous/