
Gastronot: Edukasi Makan Sehat Anak Melalui Permainan
Gastronot: Edukasi Makan Sehat Anak Melalui Permainan
Kebiasaan makan sehat merupakan fondasi penting yang harus diajarkan sejak usia dini. Sayangnya, tantangan malnutrisi di Indonesia, baik berupa kekurangan gizi maupun obesitas, masih tinggi di kalangan anak-anak. Menjawab tantangan ini, Universitas Islam Bandung bersama Kummara Game Consultant Studio meluncurkan Gastronot, sebuah permainan papan interaktif yang dirancang untuk mendukung edukasi makan sehat melalui pendekatan game-based learning.
Penelitian yang dilakukan melibatkan dua tahap, yaitu diskusi dengan para ahli dan masyarakat untuk menyusun konten, serta pengujian permainan kepada 88 anak usia 10-13 tahun. Hasilnya, permainan ini efektif meningkatkan pemahaman anak-anak tentang konsep gizi seimbang, seperti Isi Piringku dan Piramida Gizi Seimbang. Gastronot berhasil menyampaikan edukasi makan sehat dengan cara yang lebih menarik dibandingkan metode tradisional seperti ceramah.


Dalam permainan ini, anak-anak diajak mengumpulkan kartu makanan dan menyusunnya sesuai proporsi gizi yang dianjurkan. Dengan sistem penilaian yang mendorong variasi makanan sehat, anak-anak belajar tentang pentingnya mengonsumsi beragam jenis makanan. Pengalaman interaktif ini membuat mereka lebih mudah mengingat dan memahami prinsip dasar pola makan sehat.
Meskipun pengetahuan anak-anak meningkat secara signifikan, perubahan sikap dan perilaku makan mereka masih memerlukan waktu untuk berkembang. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode game-based learning seperti Gastronot dapat menjadi alat yang ampuh untuk memperkuat kampanye edukasi makan sehat, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah dasar.
Gastronot memberikan solusi inovatif untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya gizi seimbang melalui pendekatan yang menyenangkan dan efektif. Dengan pengembangan lebih lanjut, permainan ini diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mengatasi tantangan gizi anak-anak di Indonesia. Edukasi makan sehat yang kreatif seperti ini bisa menjadi langkah besar untuk masa depan generasi yang lebih sehat. permainan seperti Gastronot dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi tantangan gizi di Indonesia.
Gastronot: A Pilot Project for Promoting Healthy Eating Habits Using Mixed-method Study Design
Send download link to:
Transformasi Pembelajaran dan Pelatihan Menggunakan Game-Based Learning
Kummara juga hadir untuk membantu banyak perusahaan yang siap bertransformasi dengan menyediakan pelatihan karyawan dengan metode game-based learning secara offline, online maupun hybrid. Kami menawarkan berbagai learning program yang mungkin sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Tersedia berbagai tema mulai dari internalisasi core value, leadership, service excellent dan lainnya.

21st Century Skills Integration on Religious Education in Pesantren and Public Schools
On September 9, Eko Nugroho was invited by Peacesantren Welas Asih for a webinar session about game-based learning for religious education.
This webinar was a part of Guru Abad 21 Workshop by Peacesantren Welas Asih and attended by 40 educators from pre-school to high school level and also 20 educators from Peacesantren Welas Asih.
In his session, Eko talked about how to bring playful learning in class using a game-based learning approach, especially during the current pandemic situation where almost all educational institutions are forced to held distance learning. He also gave an example of simple game-based online activities that teachers can implement for their Zoom class sessions.

Kelas Literasi “Belajar Asik Dari Rumah”
Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up. — Pablo Picasso
Eko Nugroho became the speaker for Kelas Literasi session by CT Arsa Foundation. The theme for his session was “Belajar Asik Dari Rumah” where Eko explained the benefit of play for children. Then, he explains how playing can be also a part of learning by giving some examples of games that have been used for education. Eko also encourages parents to play together with children seriously as a part of bonding time to learn together. At the end of his session, Eko talked about Ludenara, a foundation from Kummara Group that focuses on implementing game-based learning and gamification in education.
Watch this video below to listen to some of Eko’s session:
Basic Gamification Webinar For Teachers
CEO Kummara Group, Eko Nugroho, became one of the speakers at “Belajar Seasik Bermain” webinar series. This webinar series is a collaboration program between Ludenara and PGRI Smart Learning Center with more than 700 teachers from different regions of Indonesia registered.
After his “Basic Game-Based Learning and Game Design” webinar session, Eko shared his knowledge of gamification and also the difference between game-based learning and gamification. Eko gave some examples of gamification that can be implemented in school so teachers have a better understanding on gamification and how gamification can be done.
Ludenara is a a non-profit organization by Kummara Group that focuses on implementing a game-based interactive learning approach to improve the quality of education in Indonesia. To watch the full video and access the learning module, visit Ludenara website: http://ludenara.org/belajarasik/
“Basic Game-Based Learning and Game Design” Webinar For Teachers
CEO Kummara Group, Eko Nugroho, became one of the speakers at “Belajar Seasik Bermain” webinar series. This webinar series is a collaboration program between Ludenara and PGRI Smart Learning Center.
More than 700 teachers registered to attend “Belajar Seasik Bermain” webinar series from different regions of Indonesia. Eko shared his expertise on the foundation of game design and game-based learning so teachers can implemented it easily and directly in their school. Teachers also had the chance to ask about their concerns and ideas because the participants have different background, from school subject to level of school.
Ludenara is a a non-profit organization by Kummara Group that focuses on implementing a game-based interactive learning approach to improve the quality of education in Indonesia. To watch the full video and access the learning module, visit Ludenara website: http://ludenara.org/belajarasik/










