<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KummaraKummara | Kummara</title>
	<atom:link href="http://kummara.com/tag/kummara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kummara.com</link>
	<description>Creativity Beyond Boundary</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 09:25:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengenalkan Indonesia Lewat Board Game</title>
		<link>http://kummara.com/2011/12/mengenalkan-indonesia-lewat-board-game/</link>
		<comments>http://kummara.com/2011/12/mengenalkan-indonesia-lewat-board-game/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 05:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abra</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Komikoo]]></category>
		<category><![CDATA[Kummara]]></category>
		<category><![CDATA[pranala luar]]></category>
		<category><![CDATA[Salazad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kummara.com/?p=5569</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan 1980-an, hampir semua anak pernah bermain permainan papan atau board game, seperti Halma, Ular Tangga, Ludo, dan Monopoli. Tapi, tahukah Anda, di kala permainan papan tak lagi banyak digemari, saat ini lahir permainan papan bertajuk Indonesia buatan desainer Belanda, Jeroen Doumen? Hal inilah yang memotivasi Eko Nugroho dan istri, Kanty Kusmayanty, mendirikan Kummara Creative Studio, sebuah perusahaan pengembang permainan papan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertengahan 1980-an, hampir semua anak pernah bermain permainan papan atau <em>board game</em>, seperti Halma, Ular Tangga, Ludo, dan Monopoli. Permainan mengasyikan ini mengasah proses berpikir, strategi, ketangkasan, juga memancing tawa lepas bersama teman-teman.</p>
<p>Tapi, tahukah Anda, di kala permainan papan tak lagi banyak digemari, saat ini lahir permainan papan bertajuk Indonesia buatan desainer Belanda, Jeroen Doumen? Hal inilah yang memotivasi Eko Nugroho dan istri, Kanty Kusmayanty, mendirikan Kummara Creative Studio, sebuah perusahaan pengembang permainan papan (<em>board game</em>). Eko membuka rahasia bisnis kreatif ini kepada wartawan Republika, Ichsan Emrald Alamsyah, Selasa (6/12).</p>
<p>Kalau berbicara tentang <em>board game</em> Indonesia, tentu tidak bakal lepas dari nama yang satu ini, Eko Nugroho. Simpang Dago, BoGa Bloggers, dan WordPress the Board Game merupakan beberapa <em>board game</em> karya Eko bersama istrinya dan tim kreatif di Kummara Creative Studio atau Studio Kreatif Kummara.</p>
<p>Saat ini Studio Kreatif Kummara tercatat sebagai pionir pengembang dan <em>publisher</em> permainan papan ala Indonesia. Selain memproduksi papan permainan dalam bentuk konvensional, Kummara juga memproduksi permainan papan dalam bentuk digital. &#8220;Ya, seperti bermain Catur di laptop,&#8221; ujar Eko yang ditemui Republika di Stasiun Gambir kala hendak ke Bandung.</p>
<p>Kummara juga merupakan pionir dalam pemanfaatan permainan papan sebagai media kreatif baru. Produk-produk Kummara selain dipesan perusahaan dan <em>souvenir</em> kreatif, juga ada beberapa yang dipasarkan untuk khalayak ramai.</p>
<p>Tercatat selama hampir dua tahun bergerak di bidang ini, Eko, istri, dan tim Kummara telah membuat delapan permainan papan untuk kalangan umum. Permainan yang terkenal ialah Simpang Dago, dan yang paling terbaru, Punakawan.</p>
<p>Namun, bagi Eko Nugroho dan istri, permainan papan seharusnya ada di setiap rumah di Indonesia seperti halnya di negara Jerman, tempat dia melanjutkan pendidikan S2 sejak 2005. Dari pengalaman tinggal di Jerman, Eko merasakan permainan papan memiliki pengaruh besar dalam hubungan interaksi dan tentu saja kreativitas.</p>
<p>Salah satu pengalamannya ialah ketika harus berkunjung ke rumah salah satu temannya di Jerman. Di kala Eko belum lancar berbicara bahasa Jerman, ia pun tak tahu harus berkata apa pada keluarga temannya. Hanya saja, melalui permainan papan mereka langsung terikat akrab bahkan tertawa bersama. &#8220;Itu kelebihan permainan papan, menjadi simpul interaksi dengan orang lain,&#8221; papar Eko. Akhirnya, Eko dan temannya keranjingan mengoleksi permainan papan, bahkan hingga 250 jenis permainan papan.</p>
<p>Ketika sudah kembali ke Indonesia pada 2009, Eko membuka kafe di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung. Di kafe tersebut, konsumen yang datang boleh bermain permainan papan sepuasnya. Justru dari kafe inilah berkumpul para pencinta permainan papan yang dinamakan Komunitas Kummara.</p>
<p>Banyak pencinta permainan papan yang menanyakan tempat pembelian dan berbagai macam hal lainnya. Didorong permintaan pengunjung kafe, Eko Nugroho dan delapan rekannya membangun Studio Kreatif Kummara pada 2010. Meski sudah membuka Studio Kummara, bisnis kafe masih berjalan. &#8220;Di lantai tiga kafe itu sudah penuh dengan berbagai papan permainan buatan kami,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Ditanya modal mendirikan Studio Kummara, Eko mengakui tak butuh dana besar. Yang dibutuhkan hanya satu ruangan, sejumlah komputer, serta tim yang solid. &#8220;Tim solid ini yang jauh lebih berharga dari uang berapa pun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain solid, kedelapan rekan Eko tersebut merupakan sosok yang memiliki talenta kreatif. Visi dan misi mendirikan Studio Kummara sangat bagus. Eko berencana menambah pasukan di bagian <em>marketing</em> dan teknis.</p>
<p>Oh ya, apa sih yang dikerjakan studio ini? Eko membeberkan usaha studio kreatif ini membuat beberapa produk permainan berdasarkan proyek dari berbagai <em>principal</em> dan untuk dikonsumsi umum. Produk permainan papan berdasarkan proyek dari berbagai perusahaan hanya diperuntukkan bagi perusahaan tersebut dan sesuai permintaan. Ia mencontohkan, jika Republika ingin membuat permainan tentang aksi wartawan, ia menjanjikan dalam waktu satu bulan prototipe permainan itu sudah selesai.</p>
<p>Agar ide-ide kreatif tak hilang atau lenyap, setiap bulan satu anggota tim Kummara harus memberikan satu ide permainan papan untuk desain produk bagi khalayak umum. Menurut Eko, ada 30 mekanisme permainan papan, seperti lempar dadu atau bergerak satu titik ke titik lain seperti Ular Tangga.</p>
<p>Dari ide-ide tersebut lahir beragam model permainan papan. Namun saat membuat permainan papan tersebut, Kummara memiliki motivasi untuk mendorong segala hal yang berbau Indonesia. Seperti permainan papan pertama Kummara bernama Simpang Dago, dengan latar belakang wilayah tersebut yang kaya akan ragam jajanan dan makanan pinggir jalan.</p>
<p>Permainan papan Simpang Dago bisa dimainkan dua hingga empat orang dan setiap pemain berperan sebagai seorang pemburu makanan profesional. Cuma mendapatkan tempat makan yang lezat bukan perkara mudah, karena ada tempat parkir yang berbahaya, angkot-angkot yang membuat macet, polisi yang tak kenal kompromi, serta petugas Satpol PP yang mengintai para pemain.</p>
<p>Proses pembuatan permainan papan membutuhkan satu bulan, dimulai dari riset, membuat konsep mekanisme permainan, hingga tahap percobaan permainan. Jika tak sesuai harapan, dicoba kembali berbagai mekanisme. Jika berhasil, masuk tahap produksi dan pembuatan desain.</p>
<p>Satu permainan lainnya yang baru saja dirilis dan melibatkan tiga pihak ialah Punakawan. Permainan Punakawan ialah permainan papan yang menggunakan mainan kertas atau <em>paper toys</em> sebagai medianya.</p>
<p>Ide awal permainan ini berasal dari salah satu <em>paper toys expertise</em> bernama Faisal Azad. Faisal yang sebelumnya memiliki <em>paper toys</em> &#8221;Punakawan&#8221; melemparkan ide untuk membuat permainan papan. Dengan ide dari Faisal itulah, Kummara bersama dengan komunitas pencinta komik terbesar di Indonesia, yaitu Komikoo, akhirnya melahirkan Punakawan. Permainan papan Punakawan ini sendiri telah dilombakan dalam penyelenggaraan Wahana Kreatif Indonesia pada 27 November 2011.</p>
<p>Karena proyek di Kummara semakin menyita waktu, konsentrasi Eko dan tim pengelola kafe terpecah. Kummara semakin fokus pada tahun ini. Akibatnya, kafe terpaksa ditutup agar tetap fokus membangun Kummara. Meski baru berdiri, Eko amat optimistis Kummara semakin berkembang besar. &#8220;Insha Allah, semakin ba nyak pihak yang kemudian bisa terlibat bermain. Dan dengan dukungan media yang tepat bisa menjadi sebuah proses belajar yang efektif,&#8221; jelasnya diplomatis.</p>
<p>&nbsp;<br />
Disadur dari <a title="Republika Online" href="http://www.republika.co.id/" target="_blank">Republika Online</a><br />
<a title="Mengenalkan Indonesia Lewat Board Game" href="http://koran.republika.co.id/koran/0/149502/Mengenalkan_Indonesia_Lewat_Board_Game" target="_blank">Mengenalkan Indonesia Lewat Board Game</a> | Ichsan Emrald Alamsyah<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kummara.com/2011/12/mengenalkan-indonesia-lewat-board-game/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kummara, Pionir Board Game Indonesia</title>
		<link>http://kummara.com/2011/11/kummara-pionir-board-game-indonesia/</link>
		<comments>http://kummara.com/2011/11/kummara-pionir-board-game-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 12:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abra</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[board game Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eko Nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[Happy Play]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Kanty Kusmayanty]]></category>
		<category><![CDATA[Kummara]]></category>
		<category><![CDATA[Ngummara on the Street]]></category>
		<category><![CDATA[pranala luar]]></category>
		<category><![CDATA[Saung Kummara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kummara.com/?p=5562</guid>
		<description><![CDATA[Akhir Oktober lalu, Bandung baru saja menjadi tempat perhelatan sebuah acara bermain yang bisa dikatakan terbesar di Indonesia–Indonesia Bermain. Ada begitu banyak jenis permainan yang dihadirkan dalam acara itu: console game, PC game, arcade game, dan yang mungkin paling jarang dijumpai, board game.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir Oktober lalu, Bandung baru saja menjadi tempat perhelatan sebuah acara bermain yang bisa dikatakan terbesar di Indonesia–Indonesia Bermain. Ada begitu banyak jenis permainan yang dihadirkan dalam acara itu: <em>console game</em>, <em>PC game</em>, <em>arcade game</em>, dan yang mungkin paling jarang dijumpai, <em>board game</em>.</p>
<p>Kamu tahu apa itu <em>board game</em>? Sederhananya, <em>board game</em> adalah jenis permainan yang menggunakan papan sebagai alat permainannya, dan beberapa contoh yang populer di antaranya adalah Ular Tangga, Monopoli, Ludo, dan Halma. Sayangnya, jenis permainan ini sampai sekarang hanya berkembang pesat di Eropa dan Amerika, tidak di Indonesia. Padahal dengan berbagai potensinya, <em>board game</em> mampu menjadi sebuah media kreatif yang efektif. Mau tahu sebesar apa potensinya? Mari lanjut bacaaa.</p>
<p>Adalah Kummara, yang juga salah satu penyelenggara Indonesia Bermain, yang begitu percaya bahwa <em>board game</em> mampu menjadi media kreatif yang efektif untuk berbagai tujuan: bergembira, belajar, promosi, riset, dan lain-lain. Kepercayaan itu bermula dari memperkenalkan <em>board game</em> dan kemudian terus tumbuh ke membangun kafe, membentuk komunitas pecinta <em>board game</em>, dan akhirnya sekarang resmi menjadi sebuah <em>board game developer</em>.</p>
<p>Bermula di Mei 2009, Kummara on the Street digelar. Kummara memperkenalkan <em>board game</em> kepada masyarakat umum di beberapa acara Car Free Day, tentu dengan mengajak bermain. Antusiasme yang luar biasa akhirnya membuat Kummara memutuskan untuk membangun Saung Kummara pada Juni 2009, yang saat itu menjadi kafe <em>board game</em> pertama di Bandung.</p>
<div id="attachment_5609" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://kummara.com/wp-content/uploads/2011/11/KummaraOnTheStreet.jpg" rel="lightbox[5562]" title="Kummara on the Street"><img class="size-full wp-image-5609" title="Kummara on the Street" src="http://kummara.com/wp-content/uploads/2011/11/KummaraOnTheStreet.jpg" alt="Kummara on the Street" width="500" height="375" /></a>
<p class="wp-caption-text">Kummara on the Street</p>
</div>
<p>Dua orang yang ada di balik berdirinya Kummara adalah Eko Nugroho dan istrinya Kanty Kusmayanty. Dari pengalaman tinggal di Jerman, Eko dan Kanty merasakan sendiri bagaimana <em>board game</em> mampu menjadi media yang luar biasa. Eko pun bercerita pengalamannya saat berkunjung ke rumah salah satu temannya dan bermain board game bersama keluarga temannya yang bahkan belum ia kenal. “Kami cuma ngomong sebisanya, malah banyak ketawa-ketawa. Tapi setelah bermain (<em>board game</em>) bersama, kita serasa keluarga sendiri dan seperti udah kenal lama. Sungguh luar biasa <em>board game</em> bisa jadi media pencair suasana seperti ini,” tuturnya.</p>
<p>Lewat pendirian Saung Kummara pun Eko dan Kanty bisa bertemu dengan banyak orang yang rupanya sama-sama memiliki ketertarikan terhadap <em>board game</em>, hingga terbentuklah komunitas Kummara. Bersama komunitas ini, Kummara menggelar dan diundang ke beberapa acara, seperti Kummara Goes to School, Pesta Blogger 2010, WordCamp ID, Pecha Kucha, TEDx Bandung, dan Pekan Produk Kreatif Indonesia. Namun kecintaan mereka pada <em>board game</em> juga membuat mereka bertanya, “Kami punya 200an koleksi <em>board game</em>, tapi semua produk luar (negeri). Kenapa Indonesia gak punya?”</p>
<p>Akhirnya pada Mei 2010, Kummara mengeluarkan <em>board game</em> pertamanya yang 100% asli Bandung, Simpang Dago. Sejak saat itu pula Kummara banyak membantu mahasiswa yang ingin membuat <em>board game</em> sebagai Tugas Akhirnya: Tick Tock Build, Mahardika, Boomboo!, dan Land War Multitouch. Beberapa permintaan desain <em>board game</em> pun mulai masuk ke Kummara yang akhirnya membuat kewalahan Eko dan teman-temannya. Lantai 3 Saung Kummara disulap menjadi studio <em>board game</em>, tapi kemudian diputuskan bahwa Kummara akan fokus ke pengembangan <em>board game</em> dan menutup kafenya untuk sementara.</p>
<p>Pada Juli 2011, Kummara resmi menjadi <em>board game developer</em> pertama di Indonesia. “Bandung itu salah satu kota paling kreatif di Asia Tenggara,” kata Eko sebagai alasan memilih Bandung sebagai basis Kummara. “Kami secara rutin megadakan <em>board game session</em> tiap 2 minggu sekali. Seneng banget melihat anak dan orang tua bisa menghabiskan waktu bersama yang mungkin hanya ada saat bermain <em>board game</em>,” cerita Eko tentang salah satu programnya yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Indonesia Bermain. “Kummara juga punya program Happy Play. Kita bawa banyak <em>board game</em> ke rumah sakit dan ngajak semua pasien anak untuk bermain. Program ini udah berjalan rutin di RSHS Bandung dan rencananya akhir tahun ini juga ada di 4 rumah sakit lain,” tambahnya.</p>
<div id="attachment_5397" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://kummara.com/wp-content/uploads/2011/11/BermainGeistertreppe.jpg" rel="lightbox[5562]" title="Happy Play"><img class="size-full wp-image-5397" title="Happy Play" src="http://kummara.com/wp-content/uploads/2011/11/BermainGeistertreppe.jpg" alt="Happy Play" width="500" height="331" /></a>
<p class="wp-caption-text">Happy Play</p>
</div>
<p>Lewat produk-produknya, Kummara memberi banyak bukti bagaimana <em>board game</em> mampu menjadi penjembatan usia, media belajar yang menyenangkan, alternatif promosi dan riset, dan bahkan sarana berbagi kegembiraan dengan mereka yang kurang beruntung. Terlepas dari itu semua, Kummara ingin dengan <em>board game</em> mereka semua orang bisa berKUMpul, berMAin, dan bergembiRA, KUMMARA.</p>
<p>&nbsp;<br />
Dikutip dari <a title="InfoBandung" href="http://infobandung.in/" target="_blank">InfoBandung</a><br />
<a title="Kummara, Pionir Board Game Indonesia" href="http://infobandung.in/kummara-pionir-board-game-indonesia.dixx" target="_blank">Kummara, Pionir Board Game Indonesia</a> | Adieb A. Haryadi<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kummara.com/2011/11/kummara-pionir-board-game-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain Positif dan Kreatif Bersama Indonesia Bermain</title>
		<link>http://kummara.com/2011/09/bermain-positif-dan-kreatif-bersama-indonesia-bermain/</link>
		<comments>http://kummara.com/2011/09/bermain-positif-dan-kreatif-bersama-indonesia-bermain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 12:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abra</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agate Studio]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Kummara]]></category>
		<category><![CDATA[ngummara]]></category>
		<category><![CDATA[Sasana Budaya Ganesha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kummara.com/?p=5023</guid>
		<description><![CDATA[Kebersamaan, rasa gembira, dan kreativitas adalah tiga hal yang sangat berharga. Bayangkan jika kita bisa selalu menghadirkan ketiganya, bagi keluarga, serta lingkungan sekitar kita. Lewat bermain kita bisa melakukannya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebersamaan, rasa gembira, dan kreativitas adalah tiga hal yang sangat berharga. Bayangkan jika kita bisa selalu menghadirkan ketiganya, bagi keluarga, serta lingkungan sekitar kita. Lewat bermain kita bisa melakukannya!</p>
<p>Bermain pada dasarnya adalah sebuah aktivitas yang mengingatkan bahwa kegembiraan bisa dihadirkan dan bisa dibagikan di mana saja, kapan saja, dan untuk semua. Lewat bermain bisa dihadirkan kegembiraan dalam belajar, bekerja, berusaha, dan berbagai hal lainnya. Bayangkan jika segala aktivitas keseharian bisa dinikmati sebagaimana menikmati bermain, banyak hal akan bisa dicapai dengan optimal. Hal itu adalah salah satu pesan yang ingin disampaikan <a title="Indonesia Bermain" href="http://indonesiabermain.com/" target="_blank">Indonesia Bermain</a>.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://kummara.com/wp-content/uploads/2011/11/IndonesiaBermain.jpg" rel="lightbox[5023]" title="Indonesia Bermain"><img title="Indonesia Bermain" src="http://kummara.com/wp-content/uploads/2011/11/IndonesiaBermain.jpg" alt="Indonesia Bermain" width="430" height="500" /></a>
<p class="wp-caption-text">Indonesia Bermain</p>
</div>
<p>Indonesia Bermain adalah sebuah <em>event</em> yang dirancang untuk kembali menghadirkan bermain sebagai sebuah aktivitas penting dan bernilai positif. Acara yang digagas oleh <a title="Kummara" href="http://www.kummara.com/" target="_blank">Kummara</a> dan <a title="Agate Studio" href="http://agategames.com/" target="_blank">Agate Studio</a> ini juga dirancang untuk menampilkan berbagai potensi besar dari semua jenis media permainan (digital dan konvensional) baik sebagai produk, maupun sebagai media kreatif bernilai tinggi.<em> </em>Indonesia Bermain akan digelar pada tanggal 22 dan 23 Oktober 2011 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, dan berisi berbagai acara menarik:<em> </em><em>playground</em>, <em>exhibition</em>, <em>conference</em>, <em>creative performance</em>, dan <em>gaming</em> serta <em>game idea competition</em>. Kalian mau merasakan bagaimana bisa kumpul, main, dan gembira bersama belasan ribu orang lain?<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kummara.com/2011/09/bermain-positif-dan-kreatif-bersama-indonesia-bermain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

