Mahardika! Ketika Bermain dan Belajar Menjadi Satu
Poster on March 1, 2011

Bicara soal pendidikan di Indonesia, jelas tak ada habisnya. Berbagai kendala masih menghalangi berjalannya pendidikan dengan baik dan merata di negara ini. Sebut saja, kurangnya tenaga pengajar (yang menjadi salah satu kendala utama), kurangnya fasilitas, hingga kurikulum yang masih dianggap kurang memadai oleh beberapa pihak. Sebuah ironi, ketika daerah-daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas (bahkan listrik), di kota-kota besar justru ada stigma belajar di sekolah sebagai ‘siksaan’. Citra negatif semacam ini jelas tidak muncul tiba-tiba dan tanpa alasan. Sistem dan cara pengajaran yang monoton mungkin menjadi salah satu alasan utama munculnya anggapan semacam itu.

Mahardika!, sebuah board game yang dikembangkan oleh Kummara Board Game Center Bandung muncul sebagai alternatif solusi–sebuah media ajar yang lebih dinamis dan kreatif. Dengan sistem permainan yang cukup sederhana dan interaktif, Mahardika! memiliki potensi untuk menciptakan suasana pengajaran yang lebih cair dan menarik bagi para siswa. Sebuah permainan kartu yang mengangkat sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tahun 1908-1950, 7 tokoh nasional dan peran mereka dalam pergerakan nasional, Mahardika! mengangkat dan mengemas berbagai informasi tersebut ke dalam bentuk yang lebih menyenangkan.

Mahardika

Mahardika

Board game sebagai sebuah media memiliki begitu banyak potensi, salah satunya sebagai sarana penyampaian informasi yang efektif. Dengan format yang mendorong pemainnya untuk berinteraksi, penyampaian informasi melalui board game menjadi lebih dinamis dan tidak membosankan. Selain itu, board game sebagai media nondigital dapat digunakan di manapun tanpa terganggu keterbatasan fasilitas. Hal ini menjadi penting, mengingat salah satu penghambat laju pendidikan di Indonesia adalah kurangnya fasilitas di daerah-daerah terpencil.

Mahardika! hanyalah sebuah titik awal, sebuah dobrakan awal untuk dinding yang selama ini memisahkan kegiatan bermain dan belajar, juga sebuah pintu sederhana untuk menuju ruang kelas yang lebih menyenangkan. Masih banyak tema dan bentuk lain yang dapat diakomodasi ke dalam sebuah board game. Mahardika! dengan tema sejarahnya bisa dianggap contoh awal bagaimana materi ajar tidak harus selalu disampaikan melalui buku dan teori-teori yang membosankan, namun dapat juga memanfaatkan media kreatif lain yang lebih menarik, yaitu permainan.

 
Dikutip dari Indonesia Kreatif
Mahardika! Ketika Bermain dan Belajar Menjadi Satu | Rio Fredericco

Bermain Bersama Kummara dan Agate di “Ganesha Bermain 2011”
Poster on February 16, 2011

Bandung–“Ganesha Bermain 2011” adalah sebuah event bagi para gamer Bandung yang diadakan di Comlabs USDI-ITB pada hari Sabtu 12 Februari 2011. Acara yang bertemakan “The Power of Games” itu dimulai pada jam sembilan pagi dengan presentasi dari komunitas game yang diwakili oleh Kummara dan Agate Studio, juga oleh Bapak Ary Setijadi sebagai ketua Program Studi Media Digital dan Teknologi Game S2 ITB.

Kummara merupakan komunitas board game yang bermarkas di daerah Ciumbuleuit, Bandung. Mereka bukan sekedar sekumpulan orang yang senang memainkan board game, tapi mereka juga menciptakannya. Untuk itu dalam acara “Ganesha Bermain 2011” ini mereka membawa puluhan papan permainan, termasuk papan permainan yang mereka rancang sendiri.

Salah satu papan permainan yang dirilis oleh Kummara adalah Simpang Dago. Untuk merancang permainan tersebut, Eko Nugroho pendiri Kummara, bahkan harus melakukan riset langsung selama tiga minggu di daerah tersebut. Uniknya dalam permainan tersebut kita bisa memberi nilai makanan, mencari tempat parkir, mengatur lalu lintas, dan masih banyak lagi. Kompleksitas papan permainan karya Kummara ini seolah menggambarkan realitas yang ada. Begitulah kehebatan board game, permainan ini tidak hanya memberikan hiburan tapi juga dapat memberikan berbagai informasi yang berguna.

Eko kemudian menerangkan bahwa board game sendiri mulai berkembang dari Jerman sebagai sarana hiburan yang mudah dan murah setelah negara mereka hancur dalam Perang Dunia ke II. Apapun bisa dibuat board game oleh mereka. “Orang Jerman sudah membuat papan permainan tentang cara berjualan di pulau Sumatra,” terang Eko. Mereka juga membuat board game yang berjudul Batavia, Java, Bali, bahkan board game berjudul Indonesia adalah salah satu papan permainan favorit. Karena itu jika selama ini bermain hanya dianggap kegiatan yang membuang-buang waktu, maka dia beranggapan bahwa pernyataan itu kurang tepat. Bermain bisa menjadi suatu kegiatan yang edukatif, asalkan media permainannya tepat.

Eko kemudian melanjutkan bahwa bermain adalah satu-satunya media yang dapat memberikan curiosity (rasa penasaran), motivation (dorongan), dan challenge (tantangan) di waktu yang bersamaan. Tiga hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan sangat sulit dilakukan oleh para pendidik. Tapi dengan bermain hal itu menjadi sangat dimungkinkan.

Untuk itu Eko bersama Kummara memiliki harapan untuk dapat menciptakan berbagai papan permainan yang memiliki nilai edukasi. Selain itu Eko juga berpendapat bahwa bermain sangat penting karena menurutnya bermain itu sama dengan berpikir kreatif.

Thinking out of the box adalah berpikir kreatif. Sekarang kita tidak hanya akan thinking out of the box, tapi hari ini kita akan play with the box,” ajak Eko.

Setelah Eko Nugroho dari Komunitas Kummara giliran, Pak Ary Setijadi yang melakukan presentasi. Pada awalnya DR. Ari mengatakan bahwa tidak jarang orang menganggap remeh Program Studi Media Digital dan Teknologi Game S2 di ITB. Banyak orang mengira game hanyalah kegiatan untuk hiburan semata, padahal menurutnya kita bisa bermain sambil belajar dan sebaliknya, kita bisa belajar sambil bermain.

Hal ini merupakan respon dari realitas pendidikan saat ini yang seringkali membuat murid tertidur karena bosan. Padahal semua itu bisa dibuat menyenangkan jika dikemas dalam sebuah pemainan. Bermain juga bisa membuat murid menjadi lebih engaged (memiliki ikatan yang kuat) dengan pelajaran, ditambah lagi dengan salah satu kekuatan game lainnya, yaitu sifatnya yang addictive (membuat ketagihan). Jika hal itu dimplimentasikan pada dunia pendidikan, maka hal tersebut akan berdampak luar biasa.

Pak Ary kemudian memperkirakan bahwa game di masa depan akan menjadi suatu media yang digarap secara serius dan penting karena game bisa memberikan kita banyak pengalaman jika yang kita mainkan berupa simulasi-simulasi di kehidupan nyata. Ia mencontohkan game seperti simulasi penjualan retail, simulasi manajemen universitas, simulasi menjadi programmer, dan sebagainya.

Giliran terakhir yang melakukan persentasi diwakilkan oleh Aditia Dwiperdana, Chief of Research and Development dari Agate Studio. Agate Studio adalah sebuah game developer company terbesar di Bandung dengan 38 orang pekerja. Di tahun lalu mereka berhasil menyabet penghargaan Teknopreneur Award 2010 dan Indigo Fellowship Awards 2010. Ada lebih dari 60 game yang sudah mereka buat dalam berbagai platform untuk Flash, Silverlight, XNA, online, dan mobile.

Aditia menjelaskan perihal proses pembuatan sebuah game dari awal hingga akhir. Menurutnya ada empat peran yang mutlak dibutuhkan untuk menciptakan sebuah game digital, yaitu desainer, artis, programmer, dan manajer, di mana fungsi dari desainer adalah sebagai perancang permainan secara keseluruhan, artis sebagai seniman yang mewujudkan karakater-karakter dalam permainan, programmer adalah orang yang menciptakan program sehingga apa yang sudah dirancang oleh desainer dan diciptakan oleh artis menjadi dapat dimainkan, kemudian manajer adalah orang yang mengatur jadwal pengaturan waktu, apa dan kapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Pada dasarnya Aditia menjelaskan bahwa siapa pun sebenarnya bisa menciptakan game, tidak harus semua bisa programming atau berlatar belakang seni untuk menggambar, karena itu dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Terakhir, menurutnya yang penting dari sebuah game bukanlah tingkat kerumitan atau estetikanya, tapi justru nilai yang didapat dari suatu permainan tersebut.

Kemudian setelah presentasi selesai dimulailah acara sebenarnya yang sudah ditunggu-tunggu oleh para peserta, yaitu tentu saja bermain. Kummara menempati 3 lokasi yang masing-masing berbeda tipe game-nya. Ada party dan family game yang relatif mudah dengan estimasi durasi permainan 15-60 menit. Ada education game, dan terakhir ada gamers’ game yang durasi permainannya bisa sampai lima jam.

Permainan gamers’ game cenderung merupakan permainan dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, dan memang ditujukan bagi para gamers sejati. Selain itu uniknya lawan main kita bukanlah sesama pemain lain, tapi justru si papan permainannya. Jadi, para pemain bergabung untuk mengalahkan sang papan. Sedangkan permainan digital dari Agate Studio diadakan di dua ruang besar lainnya.

Event “Ganesha Bermain 2011” ini sebenarnya merupakan acara lanjutan dari event Bandung Bermain yang diadakan pada Desember 2010. Dan acara yang semestinya dijadwalkan berakhir pada jam empat sore itupun terus berlanjut karena para gamers Bandung yang hadir masih terus asyik bermain.

 
Dikutip dari Indonesia Kreatif
Bermain Bersama Kummara dan Agate di “Ganesha Bermain 2011” | Willam Muhamad

Indonesia Kembangkan Game WordPress
Poster on February 9, 2011

Jakarta–WordCamp Indonesia kali ini (29-30 Januari 2011, Bandung) adalah event WordCamp ketiga yang dilaksanakan di Indonesia dan akan menjadi sebuah event yang sangat istimewa karena di sana WordPress Board Game pertama dirilis dan diperkenalkan ke seluruh dunia.

WordCamp merupakan sebuah event di mana para pengguna dan pengembang WordPress (blogging platform dan Content Management System) bisa saling bertemu untuk saling berbagi info, pengalaman, serta antusiasme mereka tentang WordPress, dan kali ini, untuk pertama kalinya, mereka semua juga akan bisa merasakan pengalaman seru bermain WordPress Board Game.

Sebagaimana namanya, WordPress menjadi inti dan tema utama dari permainan (heart of the game). Tetapi bukan hanya itu, WordPress Board Game juga menawarkan mekanisme permainan yang sangat unik sekaligus desain yang sangat menarik. Tema, mekanisme permainan, dan desain yang ditampilkan telah diset sedemikian rupa sehingga memberikan kemudahan untuk bisa diangkat serta diadopsi oleh media digital. Besar kemungkinan, bahwa WordPress Board Game menjadi board game Indonesia pertama yang tersedia dalam versi digital.

Wallpaper WordPress the Board Game

Wallpaper WordPress the Board Game

WordPress Board Game dapat dimainkan oleh 2-4 pemain dengan durasi permain sekitar 45 menit. Dalam permainan ini setiap pemain berperan sebagai pengembang website yang bekerjasama dalam satu tim untuk mendesain sebuah blog dengan memanfaatkan WordPress. Masing-masing pemain kemudian dituntut untuk bisa mengoptimalkan berbagai plugin yang tersedia untuk bisa memberikan hasil terbaik.

Sebuah tugas yang sederhana? Tidak dalam permainan ini. Berbagai elemen permainan yang ada membuat tugas yang begitu sederhana menjadi sangat menantang. Kerjasama tim menjadi hal yang sangat penting–tetapi kadang, kemenangan adalah milik pribadi dan persaingan menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

Melalui WordPress Board Game kita bisa mengenal 18 tema WordPress dan 70 plugin lengkap dengan keterangan mengenai fungsi dan kegunaan dari masing-masing plugin tersebut. WordPress Board Game juga menjadi sebuah bukti nyata betapa board game Indonesia telah berkembang sangat pesat. Board game bukan lagi sekedar media hiburan. Board game juga bisa menjadi sebuah media penyampai informasi yang sangat menarik, sebuah merchandise kreatif, sekaligus media promosi baru.

Dari semua gambaran di atas, board game bisa jadi the new big thing di tahun ini. Bagaimana menurut Anda?

 
Dikutip dari detikInet
Indonesia Kembangkan Game WordPress | Eko Nugroho

WordPress the Board Game
Poster on January 29, 2011

 


Game Design: Eko Nugroho
Artwork: Brendan Satria Atmawidjaya
Client: Organizer of WordCamp Indonesia

In the game, each player takes a role as a web developer who works on a team to set a new blog by implementing the WordPress engine. Each player need to set the optimal combination of plugins. It sounds easy, right? But there are some elements on the game that will make that simple task much more challenging. There are 3 dices that represent the request from the boss that the player must obey–some time those will destroy all the work. When to cooperate and when to compete is another challenge that each player need to solve.

Land War
Poster on January 8, 2011

 


Game Design: Brendan Satria Atmawidjaya, Windy Anandiha
Artwork: Brendan Satria Atmawidjaya, Windy Anandiha

Due to human deeds, earth’s source of life is dwindling, and slowly disintegrating. Only they who have the intelligence and strength will continue to walk on earth. With all those circumstances, there is General van Basterd who is leading an independent army with one purpose: TO SURVIVE.

After a long search, the Arckan army arrives at an isolated island that still has many sources of life. However, the island is inhabited by the so-called Whelpz tribe. An epic battle is about to begin. Who will be the victor?

Bandung Bermain, Kumpul-Kumpul Menantang Desainer Game
Poster on December 8, 2010

Jakarta–Komunitas penggemar dan perancang game di Bandung akan menggelar event Bandung Bermain. Tak sekadar hura-hura, acara ini juga akan menantang para desainer.

Tak bisa dipungkir bahwa untuk menghasilkan game digital yang baik perlu pengetahuan dasar game yang kokoh. Salah satu cara mengasahnya adalah lewat belajar membuat dan merancang board game atau card game. Nah, sebuah gelaran bernama Bandung Bermain dijanjikan akan menjadi salah satu sarana tantangan bagi para desainer game tersebut. Acara itu akan diadakan 12 Desember 2010 di Cafe S28, Bandung, Jawa Barat. Acara ini dimotori oleh komunitas game di Bandung, termasuk Kummara.

Eko Nugroho, editor Kummara, mengatakan sudah ada lebih dari 30 orang dan 50 board game yang akan berpartisipasi dalam gelaran itu. “Kami juga akan memperkenalkan 3 board game Indonesia (BoardGameID) baru,” tuturnya kepada detikInet, Selasa (7/12/2010).

Tantangan bagi para desainer akan muncul dalam acara bernama Meet and Crush. Di sesi ini, pengunjung Bandung Bermain bisa menantang para pembuat game asli Indonesia.

Eko berharap acara ini akan menjadi benih bagi acara serupa di masa yang akan datang, tentunya dengan skala yang lebih besar. “Mudah-mudahan di tahun 2011 kita sudah bisa mulai melakukan pemilihan board game dan card game terbaik Indonesia dan ikut aktif di industri board game dan card game internasional,” ujar Eko.

 
Disadur dari detikInet
Bandung Bermain, Kumpul-Kumpul Menantang Desainer Game | Wicak Hidayat

Tick Tock Build, Membangun Gembira Meruntuhkan Duka
Poster on November 22, 2010

Tick Tock Build

Jakarta–Belakangan ini mungkin saat-saat tersulit buat banyak saudara-saudara kita di sekitar gunung Merapi, Mentawai, dan Wasior. Hingga tulisan ini disusun, tercatat ada ratusan korban jiwa dan ribuan pengungsi dari ketiga daerah bencana tersebut. Di antara ribuan pengungsi tersebut, kita mendapati banyak anak-anak yang mengalami kehilangan besar dalam kehidupan mereka.

Banyak penelitian menyebutkan bahwa rasa aman dan jalinan hubungan yang berkelanjutan dengan orang-orang yang disayangi menjadi kebutuhan utama bagi setiap anak. Bermain, sebagai perwujudan rasa aman dan hubungan yang berkelanjutan, kemudian memegang peranan sangat penting bagi perkembangan diri setiap anak.

Di manapun anak-anak berada, termasuk di area pengungsian, bermain akan selalu menjadi salah satu kebutuhan mereka. Untuk itu, mungkin sudah saatnya kita mulai menyiapkan bentuk bantuan tambahan, bantuan yang akan membantu mereka untuk kembali bermain, berbagi gembira, dan mungkin membantu menghilangkan beberapa kenangan pahit yang ada.

Tick Tock Build adalah satu prototipe board game hasil karya seorang desainer muda Indonesia: Prita Arianti Raditiarini (Seni Rupa dan Desain ITB). Board game ini adalah satu karya kreatif yang luar biasa. Dengan sedikit modifikasi dan bantuan pada proses produksi, penulis yakin karya kreatif ini bisa menjadi sebuah media efektif untuk ikut mendukung pelaksanaan program trauma healing bagi para korban bencana, terutama mereka yang masih anak-anak. Mengambil tema kerja sama untuk membangun satu rumah, board game akan menarik untuk dimainkan oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam board game ini, setiap pemain akan dibekali satu tongkat pendek yang kemudian menjadi perpanjangan tangan mereka. Para pemain kemudian dituntut saling bekerja sama (dalam tim) untuk membangun satu rumah atau dua rumah (untuk versi mahir). Di awal permainan setiap tim akan membuka satu kartu berisi gambar detail dari komponen rumah yang harus disusun, warna atap, warna jendela, warna pintu, susunan dan posisi mereka. Setelah coba diingat, kartu ini kemudian ditutup kembali.

Dalam waktu 5 menit setiap anggota tim harus saling bekerja sama membangun rumah sesuai dengan apa yang tergambar di kartu tersebut. Dengan tema, mekanisme, dan komponen yang sederhana, penulis yakin board game ini akan mampu membangun kegembiraan dan meruntuhkan sedikit duka yang ada.

Board game tentu bukan satu-satunya media yang bisa kita manfaatkan. Ada banyak pilihan media lainnya yang bisa kita optimalkan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi upaya pemulihan dan terapi para korban bencana. Lewat ulasan singkat ini penulis hanya bermaksud untuk berbagi ide sederhana, bahwa board game bisa menjadi lebih dari sekedar media permainan semata. Dengan pemanfaatan yang tepat, board game bisa menjadi satu media berbagi dengan potensi yang luar biasa.

 
Dikutip dari detikInet
Tick Tock Build, Membangun Gembira Meruntuhkan Duka | Eko Nugroho

BoGa Bloggers
Poster on October 30, 2010

 


Game Design: Eko Nugroho, Kanty Kusmayanty
Artwork: Brendan Satria Atmawidjaya

BoGa Bloggers presents all interesting aspects of writing a blog. Each player plays as a blogger who races to be the best, but it of course will not be easy. There are many challenges to become a true blogger–lost ideas, stolen contents, or negative comments. This game surely will challenge you to always “share”.

Desainer Asal Bandung Hadiahkan Game untuk Pesta Blogger
Poster on October 29, 2010

Jakarta–Pesta Blogger+ 2010 akan digelar Sabtu (30/10/2010). Bertepatan dengan ajang itu, desainer game Eko Nugroho dari Kummara, Bandung memberi ‘kado’ berupa game dengan nama BoGa Bloggers. Simak tulisannya berikut ini.

Apa jadinya kalau 1000 lebih blogger berpesta? Heboh dan seru pastinya, dan itu yang bakal terjadi tanggal 30 Oktober besok di Epicentrum Walk, Rasuna Said, Jakarta Selatan, tempat utama perayaan Pesta Blogger 2010. Lalu apa jadinya kalau blogger membuat board game untuk para blogger yang sedang berpesta? Mungkin bisa jadi kado istimewa yang ikut menambah semaraknya pesta.

BoGa Bloggers adalah satu board game yang dirilis khusus untuk merayakan hari Blogger Nasional dan ikut meramaikan Pesta Blogger 2010. Kata BoGa sendiri merupakan kependekan dari board game, tetapi bukan hanya itu–”boga” dalam bahasa Sunda juga berarti milik. Sesuai dengan judulnya, board game ini mengangkat tema tentang blogging lengkap dengan berbagai tantangan dan aspek menarik yang ada di dalamnya.

BoGa Bloggers

BoGa Bloggers

Dalam board game ini setiap pemain berperan sebagai sebagai seorang blogger yang masing-masing menulis topik spesifik dalam blog-nya. Ada enam topik blog yang tersedia: personal, teknologi, perjalanan, hiburan, bisnis, dan politik. Masing-masing topik tersebut kemudian digambarkan menjadi sebuah papan permainan yang menarik bagi tiap pemain.

Pada gilirannya setiap pemain perlu mencari ide untuk tulisannya. Ide-ide tulisan ini dituangkan dalam bentuk kepingan-kepingan segi empat yang berisi ilustrasi teks, gambar, video, dan link. Setiap topik blog memiliki karakteristik artikel yang berbeda-beda, sebagian lebih banyak menampilkan gambar, sebagian lain lebih banyak menampilkan video, dan lainnya lebih mengutamakan tautan (link).

Membagi komentar serta blogwalking juga menjadi bagian penting dalam mekanisme permainan. Setiap pemain kemudian juga memiliki kesempatan untuk mencari dan membagi ide tulisannya di dunia media sosial.

Dengan tema dan komponen yang sama BoGa Bloggers menyediakan dua mekanisme permainan yang berbeda dan faktor ini yang menjadikan BoGa Bloggers menjadi sangat unik. Satu mekanisme permainan dibuat sangat sederhana dan menyenangkan, mekanik lainnya menawarkan pilihan strategi yang begitu luas dan dinamis.

Selain itu, BoGa Bloggers juga disusun dengan komponen yang sangat sederhana. Setiap orang akan dengan mudah membuat dan bisa merasakan tantangan untuk menapaki Blogger’s Path to Eternity (papan scoring utama) yang melambangkan bahwa setiap tulisan atau artikel yang ditulis seorang blogger akan tetap abadi dan menjadi sesuatu yang berarti.

Semoga BoGa Bloggers bisa ikut menambah semarak Pesta Blogger tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Selamat berpesta para blogger Indonesia!

 
Disadur dari detikInet
Desainer Asal Bandung Hadiahkan Game untuk Pesta Blogger | Eko Nugroho