Senin lalu, tanggal 2 April, Segitiga berkesempatan hadir dalam acara Welcome Gathering yang diadakan oleh Bandung Digital Valley.
Hari Minggu lalu tanggal 27 November 2011 telah digelar turnamen board game Indonesia Punakawan Master di acara Wahana Kreatif 2011. Turnamen ini merupakan turnamen board game Indonesia yang pertama kalinya diadakan, dan didukung penuh oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan tim Indonesia Kreatif. Board game yang dipertandingkan tentunya board game buatan asli Indonesia karya Kummara dan Salazad, berjudul Punakawan.
Punakawan Master mendapat sambutan yang luar biasa, terlihat dari peserta dan pengunjung Wahana Kreatif yang antusias untuk mencoba permainan Punakawan. Peserta dengan beragam usia mengikuti turnamen ini, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Beberapa peserta yang hadir memang seorang board gamer, namun tidak semuanya.
Turnamen dibagi menjadi 3 babak: penyisihan, semifinal, dan final. Keempat finalis mendapatkan hadiah yang langsung diberikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Ibu Hesti Indah Kresnarini dan beberapa staf dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kummara mengucapkan selamat kepada para pemenang Punakawan Master!
- Juara I : Lie Andy
- Juara II : Bima Aryuna
- Juara III : Sherry Bayu
- Juara IV : Adhelia
“Turnamen ini adalah turnamen board game Indonesia pertama, dan pastinya akan ada turnamen board game Indonesia berikutnya,” tutur Eko Nugroho. Jadi, sampai ketemu di Turnamen Board Game Indonesia selanjutnya!
Akhir pekan ini Kummara akan ikut berpartisipasi dalam acara Wahana Kreatif 2011. Selain mengadakan turnamen Punakawan Master, pada hari yang sama Kummara juga akan merilis satu board game terbarunya berjudul Gelut Marmut. Di Wahana Kreatif 2011 akan dibuka open test play Gelut Marmut, jadi kalian bisa mencoba langsung game karya Windy Anandiha dan Eko Nugroho ini.
Gelut Marmut adalah board game yang didesain secara khusus. Mengangkat tema pertempuran di dunia pengerat, Gelut Marmut menawarkan sebuah permainan interaktif yang berkualitas dengan art work yang unik.
Akhir pekan ini, hari Minggu tanggal 27 November 2011, akan diadakan turnamen board game Indonesia yang pertama. Bertempat di eX Plaza Indonesia, Jakarta, Kummara bekerja sama dengan Indonesia Kreatif akan menggelar turnamen board game Punakawan dengan total hadiah jutaan rupiah lho.
|
Waktu |
Kegiatan |
Detail |
|
10:00-10:15 |
Daftar Ulang (khusus untuk peserta yang telah mendaftar online) |
Pendaftaran akan dibuka via online dan dibatasi sebanyak 16 peserta. Jika para peserta yang telah mendaftar online tidak melakukan pendaftaran ulang pada waktu yang telah ditentukan, maka tempatnya akan ditawarkan kepada pendaftar lain. |
|
10:15-11:00 |
Pendaftaran Terbuka dan Pengenalan Board Game Punakawan |
Pendaftaran turnamen terbatas hanya untuk 16 orang. Semua peserta yang sudah mendaftar bisa mencoba board game Punakawan yang telah disediakan. |
|
11:00-12:00 |
Babak Penyisihan |
16 peserta dibagi ke dalam 4 grup. Dua peserta terbaik dari tiap grup lolos ke Babak 8 besar. |
|
12:00-12.30 |
Babak 8 Besar |
Delapan peserta dibagi ke dalam 2 grup. Dua peserta terbaik dari masing-masing grup lolos ke Babak Final. |
|
12.30-13:00 |
Babak Final |
Empat finalis saling berkompetisi memperebutkan peringkat pertama, kedua, ketiga, dan keempat. |
|
Peringkat |
Hadiah |
|
Pertama |
Plakat, sertifikat, satu set board game Punakawan, dan uang tunai sebesar Rp1.000.000,- |
|
Kedua |
Sertifikat, satu set board game Punakawan, dan uang tunai sebesar Rp500.000,- |
|
Ketiga |
Sertifikat, satu set board game Punakawan, dan uang tunai sebesar Rp300.000,- |
|
Keempat |
Sertifikat, satu set board game Punakawan, dan uang tunai sebesar Rp200.000,- |
Punakawan adalah satu board game yang sangat seru untuk dimainkan, dan kalian bisa buktikan itu di turnamen ini. Video aturan bermain bisa kalian lihat di sini.
Turnamen ini bersifat terbuka, dan siapapun bisa ikut mendaftar tanpa dipungut biaya. Tapi sebelumnya kalian harus isi dulu formulir di bawah ini untuk bisa ikut berpartisipasi dalam turnamen
.
Ini dia board game terbaru Kummara–Gelut Marmut!
Gelut Marmut menceritakan tentang perang di dunia pengerat. Kerajaan Tikus dengan ilmu sihirnya yang kuat berusaha menguasai teknologi Kerajaan Marmut. Sayangnya, kemajuan teknologi Kerajaan Marmut tak berkutik di hadapan sihir para tikus yang membuat para marmut melakukan ekspedisi untuk mencari bantuan ke kerajaan pengerat lain–Kerajaan Hamster, Kerajaan Tupai, Kerajaan Berang-Berang, dan lainnya. Dengan perlindungan Dewa Kapibara yang mahasakti, maka para marmut berhasil mengumpulkan pasukan, dan tibalah saatnya untuk gelut marmut!!!
Akhir Oktober lalu, Bandung baru saja menjadi tempat perhelatan sebuah acara bermain yang bisa dikatakan terbesar di Indonesia–Indonesia Bermain. Ada begitu banyak jenis permainan yang dihadirkan dalam acara itu: console game, PC game, arcade game, dan yang mungkin paling jarang dijumpai, board game.
Kamu tahu apa itu board game? Sederhananya, board game adalah jenis permainan yang menggunakan papan sebagai alat permainannya, dan beberapa contoh yang populer di antaranya adalah Ular Tangga, Monopoli, Ludo, dan Halma. Sayangnya, jenis permainan ini sampai sekarang hanya berkembang pesat di Eropa dan Amerika, tidak di Indonesia. Padahal dengan berbagai potensinya, board game mampu menjadi sebuah media kreatif yang efektif. Mau tahu sebesar apa potensinya? Mari lanjut bacaaa.
Adalah Kummara, yang juga salah satu penyelenggara Indonesia Bermain, yang begitu percaya bahwa board game mampu menjadi media kreatif yang efektif untuk berbagai tujuan: bergembira, belajar, promosi, riset, dan lain-lain. Kepercayaan itu bermula dari memperkenalkan board game dan kemudian terus tumbuh ke membangun kafe, membentuk komunitas pecinta board game, dan akhirnya sekarang resmi menjadi sebuah board game developer.
Bermula di Mei 2009, Kummara on the Street digelar. Kummara memperkenalkan board game kepada masyarakat umum di beberapa acara Car Free Day, tentu dengan mengajak bermain. Antusiasme yang luar biasa akhirnya membuat Kummara memutuskan untuk membangun Saung Kummara pada Juni 2009, yang saat itu menjadi kafe board game pertama di Bandung.
Dua orang yang ada di balik berdirinya Kummara adalah Eko Nugroho dan istrinya Kanty Kusmayanty. Dari pengalaman tinggal di Jerman, Eko dan Kanty merasakan sendiri bagaimana board game mampu menjadi media yang luar biasa. Eko pun bercerita pengalamannya saat berkunjung ke rumah salah satu temannya dan bermain board game bersama keluarga temannya yang bahkan belum ia kenal. “Kami cuma ngomong sebisanya, malah banyak ketawa-ketawa. Tapi setelah bermain (board game) bersama, kita serasa keluarga sendiri dan seperti udah kenal lama. Sungguh luar biasa board game bisa jadi media pencair suasana seperti ini,” tuturnya.
Lewat pendirian Saung Kummara pun Eko dan Kanty bisa bertemu dengan banyak orang yang rupanya sama-sama memiliki ketertarikan terhadap board game, hingga terbentuklah komunitas Kummara. Bersama komunitas ini, Kummara menggelar dan diundang ke beberapa acara, seperti Kummara Goes to School, Pesta Blogger 2010, WordCamp ID, Pecha Kucha, TEDx Bandung, dan Pekan Produk Kreatif Indonesia. Namun kecintaan mereka pada board game juga membuat mereka bertanya, “Kami punya 200an koleksi board game, tapi semua produk luar (negeri). Kenapa Indonesia gak punya?”
Akhirnya pada Mei 2010, Kummara mengeluarkan board game pertamanya yang 100% asli Bandung, Simpang Dago. Sejak saat itu pula Kummara banyak membantu mahasiswa yang ingin membuat board game sebagai Tugas Akhirnya: Tick Tock Build, Mahardika, Boomboo!, dan Land War Multitouch. Beberapa permintaan desain board game pun mulai masuk ke Kummara yang akhirnya membuat kewalahan Eko dan teman-temannya. Lantai 3 Saung Kummara disulap menjadi studio board game, tapi kemudian diputuskan bahwa Kummara akan fokus ke pengembangan board game dan menutup kafenya untuk sementara.
Pada Juli 2011, Kummara resmi menjadi board game developer pertama di Indonesia. “Bandung itu salah satu kota paling kreatif di Asia Tenggara,” kata Eko sebagai alasan memilih Bandung sebagai basis Kummara. “Kami secara rutin megadakan board game session tiap 2 minggu sekali. Seneng banget melihat anak dan orang tua bisa menghabiskan waktu bersama yang mungkin hanya ada saat bermain board game,” cerita Eko tentang salah satu programnya yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Indonesia Bermain. “Kummara juga punya program Happy Play. Kita bawa banyak board game ke rumah sakit dan ngajak semua pasien anak untuk bermain. Program ini udah berjalan rutin di RSHS Bandung dan rencananya akhir tahun ini juga ada di 4 rumah sakit lain,” tambahnya.
Lewat produk-produknya, Kummara memberi banyak bukti bagaimana board game mampu menjadi penjembatan usia, media belajar yang menyenangkan, alternatif promosi dan riset, dan bahkan sarana berbagi kegembiraan dengan mereka yang kurang beruntung. Terlepas dari itu semua, Kummara ingin dengan board game mereka semua orang bisa berKUMpul, berMAin, dan bergembiRA, KUMMARA.
Dikutip dari InfoBandung
Kummara, Pionir Board Game Indonesia | Adieb A. Haryadi







